“Begini,
lawanmu merupakan konspirasi yang sangat besar. Akibatnya, jika ingin melawan,
kita juga harus menciptakan konspirasi yang jauh lebih besar dan rumit.” (Hal.
153)

Penulis: Wenny Artha
Lugina
Penyunting: Sophie Mou
Perancang sampul:
Tristan George
Pemeriksa Aksara:
Pritameani, Intan Puspa, Septi Ws & Mia Fitri K
Penata aksara: Martin
Buczer
Fotografer: Glenwood
Penerbit: Bentang
Pustaka
Cetakan: Pertama, April
2016
Jumlah hal.: vii + 332
halaman
ISBN: 978-602-291-179-1
Setelah
berita kematian Chandra di dalam sel tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi,
Farah merasa bahwa nasib belum juga puas mempermainkan kehidupannya. Alexa,
puteri kecilnya, menjadi satu-satunya alasan bagi Farah untuk bertahan hidup di
tengah badai kehidupan yang tiada henti menghantamnya.
Perlahan
Farah bangkit dari keterpurukan dan kembali ke Tanah Air demi mengungkapkan
konspirasi yang menghancurkan nama baik suaminya. Seperti yang sudah ia duga
sebelumnya, pencariannya benar-benar tak mudah. Belum lagi, dirinya tiba-tiba
didiagnosis penyakit mematikan yang mengancam nyawanya.
Cinta
segitiga, kekuasaan, dan harta jadi bola panas yang melingkupi hari-harinya.
Hanya dua pilihan yang kini ia punya: ikuti permainannya atau mati.
***
“Bagaimanapun,
di sini ia berperan sebagai dokter. Perasaannya tidak boleh terbawa dalam
memutuskan langkah terbaik untuk pasiennya.” (Hal. 55)
Revival
ini bercerita tentang kehidupan Farah Alicia, mantan news anchor yang kini menjalani kehidupan sebagai janda. Ia adalah
istri simpanan Chandra, mantan Menteri Sosial yang ditemukan meninggal dunia di
dalam sel tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekaligus ibu dari seorang
bayi perempuan yang lucu.
Farah
adalah perempuan cerdas yang memiliki kemampuan analisa yang tajam. Semakin ia
memikirkan kematian suaminya, semakin ia merasakan keganjilan di dalamnya. Ia
merasa kematian suaminya ini bukanlah kematian alami karena bunuh diri seperti
yang diberitakan. Ia melihat bahwa Gold TV, stasiun TV tempat ia bekerja dulu,
memberitakannya dengan berat sebelah. Saat penangkapan Chandra, Gold TV selalu
mem-blowup pemberitaan tentang hal
itu. Namun berita kematian Chandra hanya disiarkan sekadarnya dan langsung
ditutupi oleh berita lainnya. Ini membuat Farah bertanya-tanya.  Ia pun memutuskan meninggalkan Tiongkok dan
kembali ke Jakarta. Dititipkannya putri kecilnya ke sahabatnya, Meilly.
Farah
dengan didukung oleh sahabatnya, Reffi Subrata, yang juga ahli waris Dinasti Subrata
yang memiliki Gold TV, bekerja kembali di stasiun tv tersebut. Ini untuk
memuluskan langkahnya menyelidiki kasus kematian Chandra. Namun satu demi satu
fakta terkuak. Bahkan sebuah kenyataan mengejutkan hadir. Benarkah Chandra
masih hidup?
Di
novel ini pembaca tidak hanya akan menikmati cerita tentang konspirasi politik
melainkan juga kisah cinta yang penuh ujian. Bahwa kadang satu hati bisa jadi
di isi oleh lebih dari satu cinta.
“…
Mungkin benar kata pepatah, ketika segala sesuatu berjalan terlalu sempurna
…. Maka, berhati-hatilah.” (Hal. 76)
***
“Escape
is easy, the hardest part is getting free.” (Hal. 102)
Novel
Revival ini adalah sekuel dari novel The Blackside yang ditulis oleh Wenny
Artha Lugina yang juga diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Namun meskipun ini
adalah sekuel, saya yang tidak memiliki dan belum membaca The Blackside tidak
mengalami kesulitan dalam mengikuti ceritanya. Ini karena konflik di dalam
novel ini bisa berdiri sendiri.

Bercerita
menggunakan sudut pandang orang ketiga yang lebih banyak mengisahkan tentang
kehidupan dari sisi Farah, menjadi pilihan yang pas. Membuat pembaca bisa tetap
fokus mengikuti jalannya cerita, sambil dilengkapi oleh cerita dari tokoh lain.
Pemilihan sudut pandang orang ketiga yang serba tahu ini menjadikan cerita yang
kompleks bisa tetap dinikmati.
Setiap
tokoh seperti Farah, Reffi, Chandra, Raila, Radi, Saraswati hingga sang
presiden, Pandji Wijaksana mendapatkan porsi yang pas dan peran yang sama
pentingnya. Mereka mewarnai cerita dengan caranya masing-masing. Reffi yang
menghadirkan bumbu romance dalam
cerita melalui perasaan yang ia miliki untuk Farah; serta Raila yang hadir
dengan kecerdasan dan juga perasaan yang ia miliki untuk Chandra memberi warna
tersendiri.
Keseluruhan
cerita tidak hanya tentang konspirasi yang rumit, namun juga kisah cinta yang
tidak kalah rumitnya. Kisah cinta yang kusut antara Farah, Reffi, Raila,
Chandra dan kemudian Danisa, perempuan yang dijodohkan dengan Reffi membuat
cerita ini tetap menarik diikuti. Sebuah olahan dengan porsi yang pas.
Oiya,
di halaman 93 tertulis sebuah “sindiran” halus tentang keadaan negeri ini.
Tentang masyarakatnya  yang selalu
mengeluh tanpa berbuat apapun. Selalu berharap pemerintah yang melakukan
sesuatu karena berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab pemerintah. Tidak
memikirkan tentang apa yang bisa mereka lakukan untuk negara. Namun di sisi
lain, harus diakui bahwa negara masih harus melakukan perbaikan di berbagai hal
agar bisa keadaan masyarakat menjadi lebih baik.
Buku
ini bisa menjadi pilihan menarik untuk yang senang dengan tema konspirasi. Tapi
juga bisa jadi salah satu selingan yang enak dibaca bagi para pecinta novel romance.
“…
konspirasi politik hanya dapat dikalahkan dengan konspirasi politik lainnya.
Ibarat timbangan, jika kedua sisinya tidak diisi sama berat, yang satu akan
terjungkal dengan mudah.” (Hal. 151)
 “Kadang kita perlu membuat musuh mendekat ke
markas kita agar bisa menembak mereka secara tepat, …” (Hal. 229)
***
Postingan
ini adalah bagian dari tantangan #31HariBerbagiBacaan yang diadakan oleh Kak
Ila Rizky Nidiana