“Apa yang kamu rasakan itu bukan cinta, Jen.
Cinta tidak seperti itu. Cinta tidak membiaran seseorang menyakitimu
terus-menerus. Itu kebodohan. Itu penangkal kebahagiaan.” (hal.56)

Penulis: Indah Hanaco
Editor: Yooki
Proofreader: Jumali Ariadinata
Penata letak: Gita Ramayudha
Desain Cover: Amanta Nathania
Penerbit: Gagas Media
Cetakan: Pertama, 2013
Jumlah hal.: vi+350 halaman
ISBN: 979-780-960-0
Kau datang bagai penyihir cinta, yang
menjadi penawar luka hatiku.

Setelah mencecap sakit ini, kupikir aku tak akan pernah lagi jatuh cinta. Tapi,
kau adalah magnet paling magis, yang membuatku terpaku pada pesonamu.

Pengkhianatan yang melukai hati, tiba-tiba
seperti tak lagi terasa. Itu berawal sejak kau hadir dalam duniaku. Memberikan
kehangatan, menawarkan kebahagiaan. Dan membuatku yakin, bahwa kau datang untuk
melengkapi hatiku.

Aku mencintaimu… mungkinkah kau cinta sejatiku?

***

“Waktu hanya bisa menjauhkan luka, bukan
mengobatinya” (hal. 64)

Bagaimana
rasanya jika hubungan yang sudah dibina bertahun-tahun kandas? Dan hubungan itu
kandas karena pengkhianatan dari sang kekasih? Waktu 5 tahun terbuang begitu
saja, percuma. Tenang ini bukan curhatan saya. Ini adalah curhatan Jenna, tokoh
utama dalam novel ini. Menemukan sang kekasih yang sudah 5 tahun mengisi
hatinya sedang bersama perempuan lain di kamar hotel jelas mengahancurkan hati.

Di waktu
tersebut tanpa sengaja Melvin melihat Jenna. Ia yang tanpa sadar jatuh cinta
pada pandangan pertama pada Jenna tidak bisa melepaskan pikirannya dari Jenna. Kesempatan
demi kesempatan terbuka bagi Melvin untuk mendekati Jenna, terutama melalui Vivit yang merupakan sahabat
Jenna.  Berhasilkah Melvin membuat Jenna
jatuh cinta? Berapa lama waktu yang dibutuhkan Jenna untuk mengobati sakit
hatinya? Siapkah ia menerima cinta yang ditawarkan Melvin?

“… Kadang kala, merasakan saja
jauh lebih indah dibandingkan mendengarnya lewat kata-kata….” (hal. 260)

***

 “Waktu tidak pernah menunggu, waktu
terus berjalan dengan kejam. Jangan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang
tidak penting. Dan ingat, kadang kesempatan tak datang dua kali lho.” (hal.
251)

Novel ini sangat
kental dengan romance, benar-benar
gaya Gagas Media. Sejujurnya saya tidak bisa berhenti membaca novel ini hingga
tuntas. Novel ini dari segi cerita memang sudah banyak diangkat, tentang patah
hati, pengkhianatan, upaya mendapatkan cinta orang yang dicintai, dan semua hal
romance lainnya. Namun ide se-klise apapun tetap saja akan menarik
jika diolah dengan baik.
Dengan menggunakan
sudut pandangn orang ketiga, Indah Hanaco berhasil mengolah konfliknya hingga
hubungan antara Melvin dan Jenna menjadi fokus utama. Hubungan Melvin-Jenna
berhasi dibangun dengan baik oleh penulis. Keberadaan tokoh-tokoh lain seperti
Vivit, Rose, Shirley, hingga ibu dan saudara-saudara Jenna dan Melvin bisa
masuk untuk menguatkan cerita. Namun rasanya konflik masih kurang “nendang”
karena benar-benar hanya berasal dari Jenna dan Melvin sendiri. Saya membayangkan,
bagaimana kalau ibu Melvin agak sombong dan menolak Jenna? Itu bisa menjadi
salah satu konflik yang menarik. He..he..
Untuk cover,
gambar yang menjadi latar belakang halaman depan ini saya rasa kurang sesuai. Di
sisi kanan cover warna terlalu terang hingga menyamarkan beberapa huruf
judulnya. Dan gambar tersebut juga rasanya masih kurang sesuai dengan isi
cerita.
Tapi di luar
penilaian saya tentang cover buku ini, jika ingin bacaan romance yang bisa menghipnotis pembacanya, maka buku ini layak
menjadi pilihan. Konflik yang terbangun antara Jenna-Melvin serta usaha Melvin
untuk masuk ke kehidupan Jenna menarik untuk diikuti. Saya beri 3,5 bintang
untuk Run to You karya Mbak Indah Hanaco ini (^_^)v
“Dalam hidup, kadang kita perlu melakukan
hal-hal yang bertentangan dengan keinginan. Melakukan sesuatu dengan berani,”
(hal. 70)
***
Tentang Penulis
Indah Hanaco tertarik menulis sejak
membaca serial Wiro Sableng dan Pendekar Rajawali. Jatuh cinta setengah
mati pada karya-karya Sidney Sheldon, Sir Arthur Conan Doyle, Sherrilyn Kenyon,
Tessa Dare, Julie James, dan Julie Garwood. Indah juga tergila-gila pada
lagu-lagu milik Kla Project, Shinhwa, dan segala hal yang berasal dari tahun
90-an. Berasal dari Pematangsiantar, Indah sekarang tinggal di Bogor. Bersama
suami dan dua buah hati, Axzel dan Aimee, hidup terasa begitu menakjubkan.
Apalagi bisa bekerja di bidang yang begitu dicintai dan disuguhi pemandangan
kebun teh yang indah setiap waktu.
Indah Hanaco bisa dihubungi di
Facebook: Indah Hanaco
Twitter: @IndahHanaco

Email: indah.hanaco@gmail.com