Penulis                 : Chacha Thaib
Penerbit              : Wahyu
Media
Cetakan               : Kedua, 2013
Jumlah hal.         : 242 halaman
Saya tertarik pada buku ini karena
melihat covernya yang manis dan sebuah ungkapan yang tertulis di covernya, “Karena
yang setia tak perlu diminta untuk menunggu”. Saya kemudian menemukan beberapa
pendapat orang di cover belakangnya beserta sedikit keterangan tantang tema
cerita di buku ini.
Saat mengetahui
bahwa novel ini bercerita tentang Long
Distance Relationship
(LDR) saya pun tertarik membacanya. Mungkin ini ada
hubungannya dengan relationship saya yang dulu yang kandas karena jarak setelah
kebersamaan kami yang hampir 3 tahun. Dan kini saya kembali menjalani LDR
dengan pria yang sayangi. Dan kali ini kondisinya sama dengan tokoh cerita, yakni
jarak Jakarta-Bandung menjadi penghalang. *aduh jadi curcol gini*
Buku ini
mencertikan tentang Arani yang bekerja di majalah In Town, Bandung dengan
kekasihnya bernama Nugie yang merupakan seorang wirausaha. Nugie memang berasal
dari Jakarta. Pertemuan mereka terjadi tanpa sengaja saat Arani melakukan
liputan untuk majalahnya dan tertarik dengan desain chloting line milik Nugie. Akhirnya mereka pun jadian dan telah
menjalani LDR selama 2 tahun.
Namun tampaknya
setelah LDR 2 tahun pun Arani masih saja merasa Insecure hingga suatu hari ia melihat Nugie jalan berdua dengan
clientnya, Disya. Padahal saat itu Arani telah bersusah payah untuk datang ke
Jakarta dan mengajak berbaikan setelah pertengkaran mereka. Akhirnya Arani pun
mulai meragukan Nugie. Ia pun tidak bisa berhenti mempersalahkan jarak di
antara mereka.

Lalu datanglah
Dana, teman sekampus Arani dulu, yang sedang patah hati karena putus dari
pacarnya yang juga teman Arani. Arani pun berfikir bahwa dia memang membutuhkan
seorang teman cowok yang bisa diajak bertukar pikiran tentang hubungannya
dengan Nugie. Namun tanpa ia sadari hubungan mereka ternyata berkembang lebih
jauh. Arani menikmati kedekatannya dengan Dana. Ia merasa senang dengan semua
perlakuan Dana yang selalu bisa ada di dekatnya kapan pun ia butuhkan. Tentu
ini berbeda dengan Nugie.
Hingga akhirnya
suatu hari Dana meminta untuk diberi kesempatan untuk bisa bersama Arani. Ya,
Dana tidak keberatan dijadikan selingkuhan sebab ia yakin ini hanyalah proses
hingga kelak Arani siap melepaskan Nugie. Di saat yang sama Nugie mulai
mempertimbangkan untuk stay di Bandung. Fokus pada Chloting line nya yang ada di Bandung. Ini membuat Arani gelagapan.
Dia bingung. Hatinya telah bercabang.
Siapakah yang
akan dia pilih? Sanggupkah ia melepaskan pria sebaik Nugie? Apakah benar semua
ini karena jarak? Ataukah karena dirinya yang tidak mampu menjaga hati? 
Hm..ending
ceritanya sih memang cukup menguras air mata. Tapi sejujurnya keseluruhan
cerita menampilkan wanita (yang seharusnya) dewasa yang sangat cengeng. Saya cuku
kesal dan juga geleng-geleng kepala saat membaca bahwa Arani ini selalu saja
menangis setelah bertemu dengan Nugie dan harus berpisah karena Nugie akan
kembali ke Jakarta. Padahal saya pikir jarak mereka masih bisa ditempuh dengan
perjalanan darat. Cukup dengan berkendara beberapa jam. Itu sebabnya saya
kemudian menyimpulkan bahwa mungkin novel ini diperuntukkan untuk remaja  meskipun tokohnya sudah berusia dua puluhan. 
Dan jika saya
harus memberi nilai atas novel ini dalam skala 1-5, maka saya memberinya nilai 7
(^_^)v. Cover dan ide konfliknya sudah bagus. Tinggal mengembangkan
penokohannya yang saya rasa masih perlu dieksplorasi lagi.