Bulan September tahun ini menjadi
berbeda bagi saya. Untuk pertama kalinya pertambahan usia saya rayakan
di Litaq Mandar (Tanah Mandar). Meski
menggunakan kata “rayakan” sesungguhnya tidak ada pesta apapun seperti acara sweet 17-an para artis (ya iyalah, kan
kamu bukan artis, Tria). Bahkan sekedar bikin acara traktiran pun tidak saya
lakukan.
Banyak hal cukup lucu yang terjadi di
ulang tahun saya kali ini. Pertama adalah papa saya yang salah hari. Siang itu
tanggal 1 September 2014, papa dengan semangat menggedor-gedor pintu kamar karena
sejak pagi hari saya mengurung diri dengan membaca buku di kamar. Saat akhirnya
membuka pintu kamar, papa segera berkata, “Dari tadi saya cari ko. Selamat
ulang tahun ya, Nak. Semoga cita-citamu tercapai,” kata Papa sambil menjulurkan
tangan kanannya. Saya pun mencium tangan papa dan kemudian mencium pipi papa.
Namun saya kemudian berkata, “Makasih, papa. Besok ucapin lagi ya, Pa. Biar
do’nya benar-benar terkabul”. Jawaban ini membuat papa bingung. Saya kemudian
menunjuk tanggal di koran yang dipegang papa di tangan kirinya. Ha..ha.. Papa
lantas tertawa keras dan berkata, “Maklum pensiunan, Nak”. Saya pun segera
memeluk papa. Meski salah hari, tapi saya tahu papa berusaha untuk tidak
melupakan hari ulang tahun saya. Masih bisa saya ingat salah satu episode saat
papa harus keluar kota saat saya ulang tahun. Karena tidak sempat membeli kado,
papa pun membelikan sebuah boneka yang sekaligus tempat untuk menyimpan ponsel
yang dijual oleh maskapai penerbangan yang dipakai papa untuk pulang segera di
hari ulang tahun saya. Sampai sekarag boneka itu menjadi salah satu boneka
kesayangan saya (dan ikut merantau bersama saya).
Langit senja 2 September 2014
Selain insiden salah hari. Ulang tahun
saya kali ini terasa berbeda karena saya bisa merayakan di tepi pantai. Seorang
kawan baru di Majene dengan senang hati menjemput saya dan membawa saya ke
rumah pohon teman kami. Rumah pohon ini terletak di daerah Gonda, Polewali.
Yang artinya kami harus menyebrang ke kota tetangga. Namun perjalanan tersebut
terbayar dengan pemandangan yang saya temui. Hamparan laut yang dangkal yang
membuat saya bermain air tanpa takut basah kuyup. Pemandangan mangrove, pantai, dan langit menjadi
hadiah yang indah bagi saya. Bisa berteriak lepas ke pantai dan membiarkan
ombak mencium kakiku adalah sebuah pengalaman yang menyenangkan. Terima kasih
untuk Ashari dan Onie atas hadiah ini (^_^)v

Keesokan harinya, tanggal 3 September,
Onie datang ke Dapur Mandar, tempat saya tinggal selama di Majene. Ternyata ia
ingin memberikan sebuah kado untuk saya *seolah kado sehari sebelumnya belum
cukup* Dan ternyata hadiahnya adalah sebatang cokelat dan sebuah sketsa hasil
karyanya. Sekarang, sketsa tersebut menghiasi dinding kamar kostan saya di
Bandung.

Tanggal 4 saya diberi buku oleh
seorang kenalan baru. Namanya Hendrik, salah seorang petugas di perpustakaan
daerah Majene. Sebelumnya saya menyampaikan kebutuhan saya untuk membaca
tentang Andi Depu, pahlawan perempuan dari tanah Mandar. Kemudian mendadak dia
mengabari saya bahwa ia menemukan dua buah buku yang membahas tentang beliau. Sore
hari, Kak Hendrik mengantarkan buku tersebut ke Dapur Mandar. Ia memang tidak
tahu bahwa 2 hari sebelumnya saya berulang tahun. Namun bagi saya ini salah
satu kado spesial dari Tuhan untuk saya (^_^)
Tanggal 5 ada satu hadiah tak terduga.
Ada seseorang yang secara khusus datang untuk menemui saya di Majene. Ia datang
jauh-jauh dari Makassar. Kedatangannya adalah sebuah hadiah bagi saya dan ia kemudian
memberi saya sebuah tasbih. Sebenarnya kedatangan kakak ini saja sudah cukup
sebagai hadiah. Kak Abdillah Mandar, terima kasih untuk hadiahnya. (^_^)
Oiya, terakhir saya mendapat hadiah
lain di ulang tahun saya. Setibanya saya di Makassar tanggal 7 September 2014,
ada dua paket buku yang menanti. Keduanya adalah hadiah atas partisipasi saya
dalam pay it forward. Satu novel
berjudul Juliet yang sudah lama saya cari. Buku ini dihadiahi oleh Mbak Ren
Puspita. Kemudian satu lagi adalah novel berjudul Kei yang sudah lama ingin
saya miliki. Kei dihadiahkan oleh Mbak Okky (^_^)v

September tahun ini adalah salah satu
September paling berkesan bagi saya. Terima kasih untuk semua orang yang sudah
ikut mewarnai September saya.
Nah, sebagai rasa syukur atas semua
anugerah itu, saya pun mengikutsertakan diri dalam September to Remember Blog Hop yang digagas bersama anggota Blogger
Buku Indonesia (BBI) yang berulang tahun di bulan September. Yuk, ikut
merayakan September ini bersama kami.

Hadiah:
Voucher senilai Rp 340,000,-
untuk masing-masing 2 pemenang.
Hadiah buku pilihan di
OlShop Indonesia / lokal. Harga yang akan kami pakai adalah harga sebelum
diskon (harga normal).
Syarat:
  • Follow blog My Little
    Library ini (via GFC atau Bloglovin’)
  • Follow twitter @atriasartika
  • Share link tentang event ini
    via sosial media (bisa via fb, twitter, G+, dll). Share link GA yang ada di
    blog ku ini cukup dilakukan sekali saja ya.
  • Tulis data diri di kolom
    komentar di blogpost ini berupa: nama, nama akun yang dipakai memfollow blog ini (via
    GFC atau bloglovin), akun twitter yang dipakai
    untuk memfollow @atriasartika
 
Caranya:
  • Tebak judul buku dari 3
    quotes yang saya tampilkan di bawah ini ya. Kalian bisa mencari jawabannya
    di blog ini 😉
  • Kemudian, kunjungi 8
    blog (milik 8 teman blog host yang lain) untuk menebak quotes yang ada
    disana. Daftar blog (blog host) beserta jadwalnya ada di bawah.
  • Jawaban paling lambat pada
    tanggal 26 September 2014
  • Jadwal dikumpulkan (ditulis)
    pada google docs yang ada di bawah ini. Jawaban cukup sekali saja. Maka,
    saran saya, jangan buru-buru nulis jawaban di google docs sebelum kalian
    bisa menjawab semua quotes
    para peserta GA hop September to Remember.
  • Penting: Jawaban harus
    berurutan baik urutan secara quotes yang menjadi pertanyaan dan secara
    blog host.
Quotes:
sila menebak Quotes berikut:

Quote 1

 “…masa lalu cukuplah menjadi sejarah, yang hanya
perlu dimasuki saat-saat dirimu membutuhkan kehadirannya untuk
berkontemplasi.”

Quote 2

 ” Masa lalu telah mengajarkannya bahwa setiap menit terlalu berharga.
Pengabaian terhadap satu menit, bahkan bisa membuka kesempatan untuk
seribu satu kemungkinan.” 

Quote 3
“… Jadi, semua yang ada di
dalam tubuh kita dan sekeliling kita is a game of luck. Makanya
mendingan kita gamble aja”  
 
Bonus (Optional):
Nah ada lagi nih yang seru.
Untuk menambah nilai, teman-teman bisa melakukan bonus sebagai berikut:
  • kolase cover: Setelah menebak seluruh judul buku dari
    9 blog host September to Remember, silakan susun cover dari buku-buku tersebut.
    Susunan cover harus berurutan, namun model sesuai selera. Misal teman-teman
    ingin membuat model huruf atau puzzle dari cover-cover tsb. Upload hasil
    collage cover di image host dan kemudian submit linknya di google docs.
  • susun kalimat / paragraf: Apakah teman-teman suka
    menyusun puisi atau kalimat atau paragraf dari berbagai judul buku? Jika suka,
    yuk susun judul-judul buku yang sudah kalian tebak menjadi sebuah paragraf atau
    puisi atau bahkan cerpen. Hehe.
Jadwal Blog Hop:

Submit Jawaban September to Remember di sini: September to Remember