“Ibuku
adalah bukti nyata kalau cinta membuat orang buta. Hal ini yang selalu
mengingatkanku kalau cinta hanya membuat wanita lemah dan menjadi bodoh.” (Hal.
19)


Penulis: Sofi Meloni
Editor: Afrianty P.
Pardede
Penerbit: Elex Media Komputindo
Cetakan: Pertama
Jumlah hal.: viii + 272
halaman
ISBN: 978-602-02-6646-6
Mereka
bilang hubungan di atas tempat tidur dan cinta itu dua yang berbeda. Katanya
lagi hubungan intim bisa dilakukan dengan ataupun tanpa cinta.
Dengan
cinta? Bullshits…!
Cinta
itu hanya ada di cerita dongeng belaka, setidaknya itu yang kupercaya sampai
aku bertemu dengannya….
Mungkin
pertemuan kami diawali dengan cara yang salah dan mungkin juga pada dasarnya
dua orang yang sama – sama terluka tidak seharusnya bersama.
Pada
akhirnya kami harus mengakui kalau kami adalah dua orang yang salah untuk satu
sama lain.
-Ayu-
***

“Hidup
yang mengajarkan kalau aku tidak semestinya bergantung pada siapa pun selain
diriku sendiri.” (Hal. 120)

Ayu
dan Benny adalah dua orang yang bertemu sebagai oang asing dan tadinya ingin
bisa berakhir sebagai orang asing pula. Sayangnya, banyak hal yang terjadi
hingga mereka mulai membuka diri sedikit demi sedikit sekaligus menyimpan
sebuah rahasia masing – masing.
Hingga
suatu hari Ayu menyadari bahwa ia mulai jatuh cinta pada Benny. Namun ia
ketakutan. Takut bahwa perasaannya akan membuatnya mengulangi kesalahan yang
dilakukan ibunya dulu. Dan ini dikuatkan dengan kehadiran Yuuna, mantan kekasih
Benny.
Di
saat yang sama Ditto, orang yang dulu disukai Ayu datang dan menawarkan diri
sebagai tempat Ayu bersandar.
Lantas
jalan apa yang akan dipilih Ayu? Maukah ia mempertahankan dan memperjuangkan
cintanya? Ataukah ia lebih memilih untuk melepaskannya?

“Kau
tahu, kadang cara terbaik untuk melupakan hal yang buruk adalah menganggapnya
sebagai mimpi yang tidak pernah terjadi.” (Hal. 159)
***
Sejujurnya
saya tidak punya ekspektasi apapun saat membaca buku ini. Melihat buku ini
berseliweran beberapa kali di timeline twitter
dan instagram, akhirnya saya putuskan untuk meminangnya di toko buku. Dan yang
saya dapatkan? Bacaan yang cukup menarik
Membaca
beberapa Bab awal buku ini saya langsung mikir, “Ok, ini buku dewasa dengan
konflik dewasa.” Kemudian satu persatu konflik digulirkan. Pengunaan sudut
pandang orang pertama di dalam novel ini membuat konflik batin tokoh Ayu
tersampaikan dengan baik.
Cerita
dituturkan dengan runut. Meski di satu titik saat POV orang pertama berpindah
ke Benny, cerita menjadi sedikit membosankan karena pengulangan. Konflik seolah
berputar di sana. Dan ini membuat akhir cerita hanya berkutat di satu hal yang
sama.
Syukurlah
cerita bisa ditutup dengan cukup manis. Oiya, cover buku ini cukup manis. Dan
saya suka.
Untuk
sebuah novel pertama ini adalah pembuka yang bagus. Selamat ya, mbak Sofi
Meloni. Saya tunggu karya berikutnya
🙂
***
Puisi
yang terinspirasi oleh novel Stay With
Me Tonight
Aku tak butuh cinta
Jika ia membuatku buta
Memaksaku menanggung luka

Namun aku pun tak mampu melepaskanmu
Sebab kita punya cerita
Tentang cinta yang saling menjaga

Namun sanggupkah kita lepas dari duka untuk masa lalu yang tak pernah kamu duga

***