“Demi
Allah, apa mungkin kau melihat Allah? Yang kita lihat itu ciptaan Allah. Jarimu
sembuh, itu adalah pesan Allah untukmu?

“Pesan
apa?”

“Pesannya adalah: Super
Kid, meskipun tanganmu terluka, Aku bisa menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jangan
khawatir. Aku akan selalu bersamamu.” (Hal. 33)

Diterjemahkan dari
edisi Bahasa Inggris: Super Diary 1: If I Have Super Eyes, can I See Allah?
Penulis: Zeynep Sevde
Paksu
Ilustrasi: Irma Zmiric
Alih Bahasa: Tim Alif
Editor: Andriyati
Layout: Alfian
Penerbit: Alif (Imprint
Republika Penerbit)
Cetakan: I, Maret 2016
Jumlah hal.: 93 halaman
ISBN: 978-602-0822-22-8
Aku
menyembunyikan diary ini dari siapa pun, tapi ternyata kau menemukannya.
Ok,
kau boleh membacanya sedikit. Aku tak keberatan kalau akhirnya kau tahu bahwa
akulah “Super Kid”. Sungguh, aku tak sabar melihat kau terkejut setelah membaca
diary-ku.
Mengapa
bunga tak makan daging panggang? Benarkah Om Saleh yang membuat semua
bintang-bintang di langit? Siapa yang menjahit jariku yang terluka? Aku
menjawab banyak sekali pertanyaan sulit di diary ini.
Kau
mau tahu bagaimana aku bisa melakukannya? Ya, karena aku Super Kid. Oke,
baiklah! Nenekkulah yang menjawab semuanya. Tapi, apa bedanya? Pada akhirnya,
Super Diary-ku, nenekku yang super, dan aku, kami membuat sebuah tim yang
sempurna! Dan semakin lama, aku menyadari bahwa jika aku melihat dengan mata
superku, aku bisa melihat Allah.
Mungkin
kau juga punya mata super, hanya kau belum menyadarinya. Dengan begitu, kau
juga bisa melihat Allah! Tapi, tentu saja kau tak bisa menjadi Super Kid
sepertiku! Jangan terlalu senang dulu!
***
“….
Segala sesuatu memiliki keistimewaan. Bunga-bunga misalnya, mereka indah tapi
tidak memiliki tangan sepertimu. Kau pun tak punya daun seperti mereka. Tapi
baik bunga-bunga ataupun dirimu sama-sama istimewa. Allah menciptakan segala
sesuatu dengan baik sekali.” (Hal. 59)
Ini
adalah buku anak Islami yang memiliki narasa dan tampilan yang sama menariknya.
Bahasannya tentang apakah kita bisa melihat Allah sangat menarik. Yang dibahas
sebenarnya cukup berat. Bukankah pertanyaan tentang. “Kenapa kamu percaya Allah
ada padahal kamu tidak bisa lihat Allah?” adalah pertanyaan yang bahkan hingga
kita dewasa pun terus ditanyakan oleh sejumlah orang entah dengan niat menguji
atau malah menggoyahkan keimanan kita.
Pertanyaan
yang sebenarnya cukup sering diajukan oleh seorang anak pada orang tuanya
dengan kepolosan. Di Indonesia, tidak jarang orang tua malah marah saat
pertanyaan ini diajukan karena merasa akan sulit menjelaskannya. Namun
keberadaan buku ini cukup membantu.

Pembahasan
di dalam buku ini cukup jelas dalam menjawab pertanyaan, “Kenapa Allah tidak
terlihat? Kalau begitu apa Allah benar-benar ada?” Buku ini menjelaskan dengan
baik bahwa keberadaan Allah terlihat melalui segala yang ia ciptakan. Dan di
buku ini juga dibahasa beberapa Asmaul Husna seperti Ar-Rahman, Al-Khaliq,
Ar-Razaq dan beberapa nama lainnya.
Ilustrasi
di dalam buku ini menarik karena berwarna warni. Tidak membuat pembaca bosan
dan sesuai dengan narasi yang sedang disampaikan. Di akhir cerita ada bagian “Catatan
untuk diri sendiri” yang menjadi penjelasan tambahan terkait tema yang sedang
dibahas.
Sebuah
buku yang tidak terbayangkan oleh saya sebelumnya. Bahasan yang berat namun
memiliki penjelasan yang simple dan gaya berberbahasa yang sesuai dengan
anak-anak. Dan saat mengetahui bahwa buku ini adalah buku anak terjemahan, saya
merasa harus mengapresiasi tim Alif dan editor yang menyusun buku ini dalam
bahasa Indonesia. Pilihan kata dan gaya berbahasanya sesuai dengan budaya di
Indonesia. Sehingga terasa ringan dan kasual bagi anak Indonesia.
isi di dalam buku