Pagi ini meski semalaman harus kurang tidur karena menyelesaikan berbagai
tanggung jawab terkait tulisa menulis di beberapa komunitas, aku tetap
menyambut pagi dengan ceria. Semalam duka karena kelelahan sempat
menggerogotiku memaksaku menoleh ke dalam tabung kenangan. Ah, tapi lupakanlah.
Masa lalu toh akan tetap jadi masa lalu selama ia tak menjadi lebih baik untuk
masa depan. 
Pagi itu aku membuat janji dengan seorang penulis kece yang berdomisili
di Bandung, Sisca Viasari. Setelah membaca buku “Hujan di Belanga” karyanya aku
jadi bertanya-tanya apakah setting tempat yang ia ceritakan benar-benar nyata.
Ia berkata bahwa tempat itu fiktif dan karangannya belaka. Namun dia tahu taman
bacaan yang cukup lengkap koleksinya. Akhirnya kami membuat janji bahwa Jum’at
22 Februari jam 10 pagi akan bertemu di KFC riau.

Pagi itu aku terlambat bangun karena selepas subuh baru terlelap. Dan akirnya
sekitar jam 8 pagi baru terbangun. Setelah beberes kamar sejenak aku langsung
mandi dan bersiap-siap pergi. Alhasil aku terlibat 10 menit dari waktu janjian.
Setelah duduk sejenak, kami pun segera meninggalkan KFC. Tujuan pertama adalah
SD Sabang karena kami akan menjemput Ryu, anak teh Siska, yang baru pulang
sekolah di jam 10 itu. Setelah menunggu sebentar dan mengobrol dengan seornag
ibu muda, akhirnya kami pun pergi ke taman bacaan itu.

Taman bacaan itu bernama “Taman Bacaan Hendra” yang terletak di Jl.
Sabang. Sesampainya di sana terlihat bahwa kafenya sudah tutup dalam artian
benar-benar sudah tidak beroperasi lagi. Tampilan luarnya memang sedikit kurang
menarik namun saat melirik tumpukan koleksi bukunya mataku langsung
berbinar-binar. Ya, koleksinya cukup lekap. Segera saja kususurkan jari
menyentuh setiap judul buku di berbagai rak. Yang langsung menarik perhatianku
adalah 3 buku Joy Fielding yang kusukai ceritnya. Kemudian buku-buku Nicholas
Sparks yang rapi berjajar di salah satu rak. Tiba-tiba saja terlintas sebuah
judul buku yang beberapa waktu lalu terus kucari yakni “Love Story” karya Erich
Segal. Ya, sebuah karya klasik yang sering sekali disebutkan dalam film-film
drama romance. 
Akhirnya, meski terbesit kecewa karena tidak ada tempat nongkrong yang
nyaman di taman bacaan itu, namun semua itu terobati saat membayangkan
judul-judul buku yang bisa aku pinjam kedepannya (dasar kutu buku..itu pasti
jadi ejekan utama sahabat-sahabatku saat melihat antusiasmeku pada
tempat-tempat yang berbau kertas tua dan yang berantakan karena semua sudutnya
dipenuhi buku-buku). Setelah itu aku pun pulang dengan membawa serta “Love
Story”nya Erich Segal, “Oliver’s Story” yang merupakan sekuel “Love Story”, dan
“Walk to Remember”nya Nicholas Sparks. Semuanya adalah terjemahan karena otakku
sedang tidak ingin mencerna tulisan berbahasa asing. Cukuplah bahasa ibu
melengkapi kegiatan relaksasi melalui bacaan.
Aku kemudian memutuskan menghabiskan waktu di kafe Zoe, kafe buku
lainnya. Di sana koleksi komiknya cukup lengkap. Namun ditengah jalan aku
tergoda untuk duduk tenang dengan secangkir kopi di sebuah kafe. Kafenya
bernama “Kopi dot” tempatnya sih tidak besar namun tidak terkesan sempit. Kesannya
lapang dan yang paling kusukai adalah suasananya asri. Mungkin karena daerah
Pager Gunung ini meskipun terdiri dari rumah-rumah besar namun tamannya pun
masih asri. Dipinggir  jalan masih
terdapat banyak pohon-pohon tua yang rimbun. Aku pun melilih tempat duduk di
dekat jendela. Mencoba sok romantis (korban film euy). Dan ternyata itu pilihan
yag benar. Tak lama kudengar samar-samar suara similir angin. Dan sesaat tadi
hujan turun membasahi tanah Bandung. Aku pun membaui wangi hujan, mendengar
musik yang tercipta saat rinainya menyapa tanah, genteng, daun, dan atap mobil
yang tengah parkir. Dan satu lagi. Dengan posisi duduk ini aku bisa menikmati
hujan tanpa terpeluk oleh dinginnya cuaca. Menyenangkan. *senyum cerah*

Ah cukup itulah cerita kenyamananku hari ini. Meski beberapa kali
diinterupsi oleh rasa kesal karena personal dan kondisi tertentu. Tapi
lagi-lagi mari melupakannya dengan menikmati secangkir cappucino, dan ditemani
hujan serta musik. (^_^)v