Penulis: Kevin Alan Milne
Penerjemah: Harisa Permatasari
Penerbit: Qanita
Cetakan: I, Juli 2011
Jumlah hal.: 456 halaman
ISBN: 978-602-9225-11-2
____________________________
Dicari: Kebahagiaan
Tolong bantu aku mencari sesuatu
yang hilang dari hidupku. Kirim sa-
ran ke PO BOX 3297, TACOMA,WA
98402 (Kumohon, hanya kebahagia-
an yang bertahan lama. Bukan yang
hanya bertahan sementara)
___________________________
Menemukan buku
ini sebagai salah satu buku yang diobral oleh Togamas Buah Batu adalah
keberuntungan tersendiri untuk saya. Pada saat ke togamas buah batu bulan lalu
saya melihat buku ini dan sempat terbesit keinginan untuk membelinya. Sayang
pelototan sang kekasih karena mengetahui uang yang sudah saya habiskan untuk
buku pun menyurutkan niat saya. Namun akhirnya saya pun datang sendiri ke
Togamas untuk kembali melihat-lihat buku. Dan sukseslah saya membeli buku ini.
Buku ini dibuka
dengan kemuraman tokoh utamanya, Sophie Jones, di hari ulang tahunnya. Ia tidak
pernah menyukai hari ulang tahunnya sendiri. Karena tepat pada hari itu tragedi
yang merenggut keluarganya terjadi. Dua puluh tahun yang lalu tepat pada 21
September 1989, seluruh keluarganya tewas saat mereka dalam perjalanan pulang
dari merayakan ulang tahunnya di sebuah restoran China.
Kejadian
tersebut masih membekas jelas di benaknya. Ini karena ia merasa bertanggung
jawab atas peristiwa tersebut. Ia merasa bahwa ia dan pesan dari kue
keberuntungan yang ia perolehlah yang membuat kecelakaan tersebut terjadi.
Sebuah pesan yang berisi: Kebahagiaan
adalah anugerah yang bersinar di dalam dirimu. Permohonan hatimu akan segera
terwujud.
Sejak saat itu Sophie terus menyalahkan dirinya sendiri. Bahkan hingga
kini di usianya yang menginjak 29 tahun pun ia masih belum bisa memaafkan
dirinya sendiri.

Sejak kejadian
itu ia tinggal dengan seorang ibu angkat, Ellen Monreo, yang merupakan petugas
polisi dan kebetulan adalah orang yang paling pertama ia temui saat kecelakaan
itu terjadi. Saat itu Ellen sedang bertugas. Selain memiliki Ellen, Sophie juga
punya saudara yang juga anak angkat Ellen bernama Evalynn. Dengan merekalah
Sophie tumbuh besar.
Di usianya yang
ke 29, Sophie merasa bahwa tidak ada kebahagiaan yang bertahan lama. Ia pernah
memiliki kekasih. Mereka bahkan telah bertunangan. Namun pria itu, Garret
Black, meninggalkannya dan membatalkan pernikahan mereka 2 minggu sebelum
pernikahan dilaksanakan. Itu adalah sebuah pukulan yang telak bagi Sophie.
Padahal ia telah berhasil meyakinkan dirinya bahwa mungkin kebahagiaannya
bersama Garret adalah sebuah kebahagiaan yang permanen.
Akhirnya sejak
saat itu Sophie semakin skeptis dalam memandang hidup. Ia selalu melihat
kemungkinan terburuk dari sebuah kejadian. Ia selalu bersiap-siap untuk
menghadapi kemungkinan tersebut. Ini membuat ia selalu berhati-hati dalam menanggapi
setiap kebahagiaan yang ia rasakan. Ia yakin kebahagiaan itu akan segera
berlalu.
Untuk mengobati
rasa sakitnya, Sophie kemudian membuat sebuah resep baru yakni “Kue Kemalangan”.
Ya kue ini adalah lawan dari “Kue Keberuntungan”, isinya berupa ramalan yang
bersifat negatif. Bagi Sophie ramalan kemalangan itu adalah sebuah kenyataan
dalam dosisi tepat. Tadinya ia berfikir bahwa kue ini hanya akan menjadi salah
satu menu selingan yang bertahan sementara. Namun ternyata kue itu bertahan
hingga saat ini dan menjadi salah satu menu favorit pelanggannya di Chocolat’
de Soph.
Tepat di ulang
tahunnya yang ke 29 ini sebuah kejutan datang padanya. Mantan tunangannya
datang kembali padanya. Ia ingin menjelaskan alasan kenapa ia meninggal Sophie
setahun yang lalu.  Namun Sophie
menolaknya. Garret pun terus memaksa Sophie. Hingga akhirnya Sophie membuat
satu syarat yakni Garret harus membuktikan bahwa kebahagiaan sejati memang ada.
Bahwa kebahagiaan ada yang bersifat permanen.
Ia pun menyuruh
Garret membuat iklan pencarian kebahagiaan dan memasangnya hanya di Seattle
Time. Dan jika ada 100 surat yang benar-benar mampu menjelaskan tentang
kebahagiaan sejati maka Sophie akan bersedia melakukan kencan sekali saja
dengan Garret.
Sayangnya Sophie
dan Garret sama-sama tidak menyangka akan ada gelombang besar kehebohan akibat
iklan tersebut. Iklan itu menuai banyak tanggapan. Hingga akhirnya Sophie
dibuat kewalahan dalam menyortirnya. Namun di antara surat-surat tersebut ada
sejumlah surat yang membawa kebahagiaan untuk Evelynn dan surat yang menyingkap
masa lalu Sophie. Memaksa Sophie menghadapi kembali tragedi yang terjadi di
ulang tahunnya yang kesembilan.
Hm..kisahnya
menarik. Dan satu kebetulan yang menyenangkan adalah buku ini ada hubungannya
dengan bulan September dan ulang tahun. Ini jelas berhubungan dengan saya yang
berulang tahun di bulan September. *ugh..maksa
deh
*
Penulis
menggunakan sudut pandang orang ketiga sehingga kita bisa menjadi semacam
sutradara dan memutar sendiri film yang diadaptasi dari buku ini di dalam
kepala kita. Penuturannya pun menarik. Kita jadi bertanya-tanya tentang
bagaimana semua kejadian terhubung dengan tragedi 21 September 1989 itu? *saya sampai hapal dengan tanggal
tersebut..mungkin karena tahunnya sama dengan tahun kelahiran saya..ha..ha..
*
Alur ceritanya
memang sempat maju-mundur. Tapi jelas kok. Tidak bikin kita bingung. Malah
memberi penjelasan atas beberapa hal yang belum dijelaskan di awal cerita.
Quote:
Ini adalah
sejumlah kalimat yang menjadi pembuka setiap Bab. Digambarkan sebagai
ramalan-ramalan dalam Kue Kemalangan.
“Bersabarlah; hari-hari hujan akan segera
kembali”
“Kau memiliki kenangan yang indah, yang
dibebani oleh kenangan buruk”
“Sesuatu yang hilang darimu sebentar lagi
akan kembali, tapi ada beberapa hal yang sebaiknya tetap hilang”
“Sebutir apel sehari bisa menghindarkanmu
dari seorang dokter. Kau harus berinvestasi di perkebunan apel”
“Kau takkan sepenuhnya bahagia. Menyedihkan
sekali”
“Apakah itu cinta atau rasa iba? Cobalah agar
tidak tenggelam di dalamnya”
“Kau akan segera jatuh cinta. Perhatian:
saat seseorang jatuh, biasanya ada sesuatu yang patah”
“Jika ditawari sebuah mimpi yang bertahan
seumur hidup, KATAKAN TIDAK! Ingat, itu hanya sebuah mimpi”
“Sukses terbesar yang kau miliki adalah
bakat alami untuk mengalami kegagalan”
“Terimalah sesuatu yang tidak bisa kau
ubah. Contohnya: penampilanmu”