Penulis: Kezia Evi Wiadji
Desainer Kover: SAS Studio
Penata isi: Phiy
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: vi + 207 halaman
ISBN: 978-602-251-651-4
Matthew:
Aku berharap takdir yang mempertemukan kita di sini dapat memperbaiki
kesalahanku.

Karin:
Oh Tuhan, kenapa kami harus bertemu, jika akhirnya harus kembali berpisah?!

Karin dan Matthew, dua sahabat yang saling mencintai. Tetapi takdir mempermainkan
mereka layaknya dua layang-layang yang meliuk-liuk di langit.

Akankah mereka bersatu, jika wedding song telah mengalun lembut dan salah satu
dari mereka harus berjalan menuju altar untuk mengucapkan sumpah setianya?

***
Karin dan
Matthew adalah teman sejak kecil. Rumah mereka yang berhadapan membuat keduanya
menjadi akrab. Kisah persahabatan mereka berlanjut hingga mereka beranjak
remaja. Saat duduk di bangku kelas 1 SMA muncullah sosok yang menjadi kerikil
dalam hubungan mereka. Sosok ini berbentuk perempuan cantik yang membuat
Matthew tergoda. Ia bernama Silvia.
Silvia yang
berhasil membuat Matthew lebih memilih menghabiskan waktu dengan sang pujaan
hati dibandingkan sahabat sejak kecilnya. Karin yang merasa tersisih merasa
sakit akhirnya melancarkan “serangan” ke Silvia. Namun ternyata hal itu
berujung pertengkaran dengan Matthew. Setelah itu hubungan Karin dan Matthew
kian merenggang.

Kehadiran Silvia
memang menjadi masalah dalam hubungan Karin dan Matthew. Namun di saat yang
sama membuat Karin menyadari perasaannya yang sebenarnya pada Matthew. Perasaan
yang ternyata berkembang ke arah romantis. Perasaan yang harus setengah mati
harus disembunyikan oleh Karin. Dan perasaan yang akhirnya membuat Karin patah
hati saat Matthew akhirnya pindah ke Surabaya bersama Silvia.
Bertahun-tahun
kemudian mereka bertemu kembali di Korea Selatan. Saat itu sebuah kebenaran
terbuka. Tentang Matthew yang ternyata mencintai Karin. Saat itu Karin pun
mengetahui bahwa Silvia kini tidak lagi menjadi penghalang dalam hubungannya
dengan Matthew. Namun di saat yang sama telah muncu pihak ketiga dari sisi
Karin. Ia adalah Bram, tunangan Karin. 
Karin dan Bram
akan segera menikah. Kehadiran Matthew adalah sesuatu yang tidak disangka oleh
Karin. Karin lantas menyadari bahwa perasaannya pada Matthew bahkan belum
hilang, malah kian kuat. Namun apa yang harus Karin lakukan? Pernikahannya dengan
Bram tinggal menghitung hari. Dan Karin akhirnya terjebak di antara dua
pilihan. Haruskah ia mempermalukan keluarga besar Bram dan keluarga besarnya
demi bersama cinta sejatinya? Ataukah ia harus melepaskan Matthew dan menjalani
pernikahan tanpa cinta?
***
Rasanya tidak
mudah membayangkan diri menjadi Karin. Kisah cinta Karin dan Matthew ini terasa
berat jika sampai terjadi di dunia nyata. Namun membaca kisah Karin pun menyuguhkan
pengalaman tersendiri. Dilema-dilema yang dialami Karin memunculkan rasa
penasaran tentang keputusan macam apa yang akan diambil oleh Karin, serta
akibat-akibatnya.
Kisah
persahabatan masa kecil sudah menjadi tema yang cukup banyak diangkat. Perlu
kehati-hatian dari penulis agar tidak jatuh menjadi karya yang terlalu umum. Untuk
Sweet Winter karya Kezia Evi Wiadji
ini ada beberapa kekuatan yang membuat novel ini bisa menggandeng pembacanya:

  •  Setting Korea yang digunakan di beberapa bagian
    cerita ini
  • Rentang usia pembaca lebih panjang karena setting
    waktunya yakni dari mereka SMA hingga berusia 24 tahun

Di luar semua
kelebihannya, ada beberapa hal yang terasa kurang pas. Yakni penggunaan
panggilan “Sisil” untuk Silvia. Terkadang rasanya Sisil dan Silvia ini seperti
dua orang yang berbeda. Karena Silvia digunakan dalam narasi sedangkan Sisil
digunakan di dalam dialog. Selain itu, “kebetulan” yang tercipta bahwa ibu
Karin pernah mengalami dilema yang sama pun rasanya terlalu kebetulan. Rasanya seperti
kurang realistis saja.
Tapi secara
keseluruhan novel ini cukup nikmat untuk dijadikan pengisi waktu (^_^)