“…
anak adalah “tabularasa”, seperti kertas putih kosong yang siap menerima
tulisan apa saja. Intinya, setiap manusia yang dilahirkan ke dunia adalah
kosong. Lingkungan yang kemudian berperan untuk mengisi dan membentuk
kepribadian tersebut.” (Hal. 110)

 


Penulis: Okatastika
Badai Nirmala
Editor: Andriansyah
Syihabuddin, Hijrah Saputra, Adhika Prasetya Kusharsanto
Desain sampul: Yudi Nur
Riyadi
Penerbit: Emir (divisi
Penerbit Erlangga)
Cetakan: kelima, 2016
Jumlah hal: 158 halaman
ISBN: 978-602-703-190-6
Anda
ingin bahagai atau tidak bahagia, pikiran Anda sendiri yang menentukan. Jika
Anda berpikir bahwa Anda adalah orang yang bahagia, maka Insya Allah Anda akan
menjadi orang bahagia. Akan tetapi, jika Anda berpikir bahwa Anda adalah orang
yang tidak bahagia, maka seperti itulah diri Anda.
Kebahagiaan
Anda hari ini adalah karena kemarin Anda selalu berpikir bahagia. Sedangkan
kebahagiaan yang akan Anda raih esok hari adalah karena Anda berpikir bahagia
hari ini. berpikir selalu bahagia pada saat ini akan menetukan kebahagiaan Anda
di masa mendatang. Kekuatan dahsyat pikiran ini adalah anugerah terbesar dari
Allah SWT yang diberikan hanya kepada manusia, tidak bagi makhluk lainnya.
Buku
Terapi Pikiran Bahagia ini mengajak Anda untuk mengenal siapa diri Anda
sebenarnya, apakah termasuk orang yang bahagia atau orang yang enggan untuk
bahagia. Siapa pun Anda, dan apa pun profesi Anda, bacalah buku ini. Ikuti cara
terapi yang tepat untuk berpikir bahagia di dalamnya. Kemudian biarkan pikiran
bahagia mendominasi isi kepala Anda. InsyaAllah Anda akan menjadi orang yang
bahagia secara lebih cepat, terhormat, lebih baik dan spektakuler.
***
“Kebahagiaan
tidak ubahnya seperti aliran listrik yang tidak diketahui bentuk atau pun
warnanya tetapi nyata sekali dampaknya bagi lampu yang menyala terang di rumah
anda, …” (Hal. 2)
Buku
ini adalah sebuah buku yang membahas tentang Happiness atau kebahagiaan. Pencarian tentang makna kebahagiaan
serta elemen yang menyusunnya akan menjadi pecarian tanpa henti bagi umat
manusia. Aristotles dan Plato sudah melakukan pencarian jawaban atas banyak
pertanyaan tentang kebahagiaan manusia. Dan hingga kini orang-orang masih terus
mempertanyakan hal yang sama. Ini karena akhirnya, setiap orang memiliki
definisi sendiri atas kebahagiaan dan juga standar masing-masing atas hal itu.
Namun
buku ini mencoba mengetengahkan tentang makna kebahagiaan dan cara untuk meraih
kebahagiaan yang bisa diterima secara umum. Tentang kebahagiaan bersyarat
ataupun tanpa syarat. Tentang bagaimana menjadi orang bahagia berdasarkan
pengalamannya selama menjadi hipnoterapis dan motivator.
Dalam
buku ini terdapat 12 bab pembahasan tentang kebahagiaan. Dibuka dengan
pembahaasan 1) “Apa Itu Bahagia?”;
kemudian 2) Mengapa Harus Bahagia; kemudian berturut-turut 3) Bagaimana Cara Bahagia; 4) Cara Menemukan “Wortel” dan “Cambukan”;
4) Mengetahui Cara Kerja Pikiran; 5) Pikiran Sadar; 6) Pikiran Bawah Sadar; 7)
Channel Pikiran
; 8) Sinyal Pikiran; 9) Instal Pikiran; 10) Memahami Kehidupan di Masa Lalu; 11) Virtual Forgiveness;
12) Tips Praktis Bahagia.
Melihat
pembagian chapter di dalam buku ini kita bisa melihat betapa menyeluruh bahasan
yang berusaha dijelaskan oleh penulis. Di dalam masing-masing chapter tersebut
terdapat pembahasan simple. Contohnya di bab “Mengapa Harus Bahagia?”, ada
pembahasan tentang keunggulan orang bahagia yang terbagi menjadi 3 poin. Ada
pula pembahasan tentang dampak yang dialami oleh orang yang hidup tanpa
kebahagiaan, yaitu 1) Hidup terasa sulit; 2) Mudah terserang penyakit; dan 3)
Dikelilingi oleh orang-orang yang menderita.
Di
dalam buku ini ada dua penjelasan yang menarik bagi saya, yakni tentang Law of Attraction dan Virtual Forgiveness. Di dalam Law of Attraction, penulis menjelaskan
tentang pentingnya sebuah pikiran positif. Bahwa ketika kita berpikir tentang kebahagiaan
atau hal positif lainnya, maka pikiran kita akan memantulkan hal tersebut ke
semesta sehingga hal-hal terkait kebahagiaan atau hal-hal positif ini akan
kembali ke kita karena dipantulkan kembali oleh semesta. Nah, hal yang sama
berlaku bagi pikiran negatif.
Sedangkan
dalam Virtual Forgiveness, pembaca
akan diajarkan cara berdamai masa lalu dan mendapatkan penjelasan tentang
kenapa hal ini perlu dan penting di lakukan. Bagaimana cara yang tepat untuk
melakukan virtual forgiveness ini
Membaca
buku ini akan mengajak pembaca untuk mulai membiasakan diri untuk berpikir
positif. Percaya bahwa kebahagiaannya ditentukan oleh diri sendiri. Bahwa tidak
selalu karena mendapatkan hal-hal menyenangkan kita menjadi bahagia; melainkan
karena yakin bahwa kita adalah orang yang bahagia maka hal-hal bahagia akan
menghampiri kita.
Oiya,
sedikit masukan dari saya untuk penulis. Gaya bahasa masih terkesan kaku.
Padahal pembahasannya cukup untuk semua usia termasuk remaja. Sangat
disayangkan jika pembaca remaja berhenti membaca buku ini di tengah jalan
karena gaya menulis yang terasa serius dan kaku ini.
“Bahagia
adalah suatu kondisi ketika Anda bisa berpikir, merasakan, dan menikmati
keindahan, sehingga apa pun tantangn yang Anda hadapi dalam kehidupan tetap
dipersepsi indah di dalam pikiran Anda.” (Hal. 5)
***
Kumpulan Quote dalam Terapi Pikiran Bahagia
“…
hidup akan mudah dijalani oleh orang yang memutuskan untuk bahagia bagi
dirinya.” (Hal. 28)
“Masalah
tetap jadi masalah jika dianggap masalah.” (Hal. 28)
“Orang
yang ingin bahagia, di saat mengalami kesulitan sekali pun, ia tetap
berorientasi pada kebahagiaan.” (Hal. 30)
“Jadi,
prinsipnya, setiap gelombang pikiran apa pun yang Anda pancarkan ke alam
semesta, maka semesta dunia akan memantulkan kembali energi yang sama ke dalam
kehidupan Anda.” (Hal. 39)
“Manusia
akan mendekati kesenangan dan akan menjauhi kesengsaraan.” (Hal. 52)

“Tanpa
menentukan impian, Anda tidak akan tahu akan ke mana menjalani kehidupan ini.
Tanpa impian, Anda bisa hidup, tapi dalam kegalauan. Tanpa impian, kebahagiaan
yang Anda ingin mustahil tercapai. Sebab Anda sendiri tidak tahu kebahagiaan
seperti apa yang Anda harapkan?” (Hal. 148)