Penulis: Anita Sari & Kusumaningtyas
Penyunting: Gari Rakai Sambu
Penata Letak: Cintia
Desain Sampul: Mahar Mega
Pemeriksa Aksara: Tika Yuitaningrum
Penerbit: Eazy Book
Cetakan: 2013
Jumlah hal.: 208 halaman
ISBN: 978-602-7702-19-6
“Kalau
aku bilang, hidupku nggak akan lama lagi, dan aku ingin menghabiskan sisa
hidupku denganmu, apa kamu rela melupakan Shone untukku?” tanya Nando
tiba-tiba.
***
Bagaimana rasanya saat orang yang terlanjur kita cintai lebih memerhatikan
orang lain? Perasaan terabaikan itu harus dikecap Ishky ketika ia bertemu
dengan Nando. Namun bukan pada Nando ia jatuh hati. Rasa itu tertuju pada
Shone, sahabat dekat Nando. Orang yang tak pernah menganggap Ishky ada.
Ini kisah tentang rumitnya hati. Tentang rasa cinta yang bisa dengan mudah
muncul, lalu lenyap sekejap mata, tanpa bisa hati mengerti.
Akankah takdir berpihak pada Ishky?
***
Cerita dibuka
dengan Nando yang berpamitan kepada 3 sahabatnya; Shone, Zetta dan Figar.
Disebutkan sekedar sambil lalu tentang kepergian seseorang. Ya, ada seseorang
yang meninggal dan disamarkan hubungannya dengan keempat orang tersebut.

Di tempat lain
ada seorang gadis bernama Ishky yang menikmati masa remaja sebagai siswi XI
yang tanpa sengaja memotret punggung seorang pemuda baik hati yang tengah
menolong seorang nenek. Pertemuan Nando dan Ishky terjadi tidak lama
setelahnya. Mereka bertemu di sebuah toko buku saat Ishky terlihat tertarik
pada buku karya Shone, dan Nando seketika memberi tahu bahwa dia adalah teman
Shone. Upayanya yang numpang beken diabaikan oleh Ishky.
Mereka kemudian
menyadari bahwa mereka masih bertetangga. Dan Nando menghadiahi Ishky buku baru
Shone. Ternyata Ishky jatuh cinta pada karya Shone dan lama kelamaan terpesona
oleh Shone. Di lain pihak Nando masih dibayangi oleh Ninda. Ninda, adik semata
wayang Nando yang telah meninggal dan ternyata dicintai oleh Zetta.
Hubungan
diantara Ishky, Nando, Shone, Zetta serta Figar dan Melanie, kekasih Shone,
menjadi semakin kusut. Ketertarikan, hubungan, kekaguman, cinta, dan patah hati
membaur di dalamnya.
***
Ketertarikan
saya membeli Terlanjur Cinta karena saya ingin “mencicipi” cerita dari setiap
penerbit yang kurang familiar bagi saya. Penerbit-penerbit yang saya sebut
“minor” meskipun didistribusikan oleh sebuah jaringan penerbit ‘mayor’. Dan
buku ini adalah buku dari Penerbit Eazy-Book yang pertama kali saya baca,
sekaligus buku pertama dari kedua penulisnya. Jadi semuanya terasa baru bagi
saya.
Saat membaca
novel ini saya cukup greget. Kenapa? Karena emosinya tidak terbentuk dengan
baik. Proses dari biasa saja menuju suka, cinta atau pun patah hatinya terlalu
mendadak. Seolah-olah perasaan seseorang –di dalam cerita ini adalah Ishky dan
juga Zetta- gampang sekali berubah. Menurut saya ini menjadi kelemahan utama
buku ini. Seandainya penulis mampu menampilkan proses yang jauh lebih nyata dan
perlahan maka pembaca bisa saja ikut terhanyut dalam plot cerita.
Sejujurnya
plot-nya menarik tapi juga terlalu rumit. Hubungan yang rumit di antara mereka
berenam malah membuat saya kesal setengah mati. “Kok bisa seperti itu?” ini
adalah pertanyaan yang sering hinggap di kepala saya selama membaca. Selain itu
komunikasi yang terlalu real dan detail malah membuat saya terganggu. Seperti
bercandaan yang sebenarnya tidak begitu penting namun menghabiskan 2 halaman
membuat saya menjadi bosan. Ini sebenarnya bisa saja menarik jika detail
tindakan ini disebutkan di moment-moment penting. Namun jika setiap kejadian
tidak esensial malah dijelaskan sampai ke gerakan tangan dan ekspresi lainnya
malah membuat pembaca bosan.
Selain itu ada
logika kalimat yang agak mengganggu saya seperti di hal. 97:
Beliau meninggal di tempat. Padahal saat itu
mama Zetta menyetir dengan kecepatan tinggi karena harus mengantar Zetta yang
hampir terlambat masuk sekolah.
Bukankah kalimat
itu aneh. Kenapa pakai kata “padahal”? bukankah tidak ada kontradiksi antara
kedua kalimat tersebut? Bukankah memang wajar jika meninggal karena membawa
kendaraan dengan kecepatan tinggi?
Sejujurnya buku
ini punya plot cerita yang menarik. Hanya perlu diolah dengan lebih apik lagi
(^_^)
Jika harus
memberi bintang untuk buku ini, maka saya memberinya 1 bintang.
***
Quote
Yang paling
menyakitkan bukanlah saat meninggalkan orang-orang yang menangis saat melepasmu
pergi. Tapi meninggalkan seseorang yang bahkan sudah tidak bisa melihat dirimu
lagi. Sama sekali –Nando- (hal. 9)
Tentang Penulis
Anita Sari, seorang istri, ibu, penulis
pemula, pemimpi. Pecinta bunga, hujan & vanilla.
FB: hujanvanilla@yahoo.com, blog: www.hujanvanilla.blogspot.com,
email: perihalkenangan@gmail.com
Kusumaningtyas, bekerja di bagian
administrasi sebuah dealer sepeda motor. Menyukai gambar-gambar salju dan warna
biru. FB: tyapuspitawardhani@facebook.com,
email: tyaspuspitawardhani @ymail.com
 ***
 Review ini saya ikutkan dalam RC:

kategori (not so) fresh from the oven