Penulis                 : Mitch Albom
Penerjemah       : Andang H Sutopo
Penerbit              : Gramedia Pustaka Utama
Terbitan               : Desember 2012
Jumlah hal.         : 202 halaman
Satu lagi karya Mitch Albom yang
menarik untuk dibaca. Kali ini ia menyuguhkan cerita tentang kehidupan
yang dilalui setelah meninggal. Buku ini menyediakan satu alternatif pemikiran
tentang bagaimana itu kehidupan di surga? Ketenangan macam apa yang akan
diperoleh seseorang di dalam surga?
Buku ini bercerita tentang Eddie,
seorang pria berusia 83 tahun yang meninggal pada hari ulang tahunnya. Maka
perjalanan dimulai sejak saat itu. Eddie yang diceritakan tengah menuju surga
harus bertemu dengan lima orang yang memiliki hubungan dengan hidupnya.
Orang Pertama Eddie adalah “manusia
biru”. Ia hanya mengenal orang ini di masa kanak-kanaknya. Manusia Biru merupakan salah seorang anggota sirkus dalam pertunjukan “Manusia aneh”. Ia
tidak pernah menyadari bahwa kehidupannya dan kehidupan orang tersebut
bersinggungan dengan sangat jelas. Yakni ia menjadi penyebab kematian si Manusia Biru. Fakta ini baru diketahui oleh Eddie saat itu. Bersama Si Manusia
Biru, Eddie belajar bahwa hidup seseorang sangat terkait dengan manusia lainnya
dan bahwa tidak ada kehidupan yang sia-sia.
Orang Kedua yang Eddie temui
adalah “Kapten”. Orang ini adalah orang yang menjadi kapten Eddie saat dia maju
sebagai sukarelawan di medan perang di Filipina. Kehidupan Eddie di medan
perang mengubah seluruh rencana hidupnya. Ia pulang sebagai manusia yang cacat
akibat kondisi lututnya. Selain itu jauh di dalam hatinya ia masih sering
dihantui oleh hal-hal yang terjadi di medan perang. Kepribadian
Eddie pun berubah, ia menjadi orang yang berbeda.
Dari sang Kapten ia belajar
tentang nilai pengorbanan. Ia juga belajar memaafkan. Memaafkan sang Kapten
atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Memaafkan dirinya sendiri dan kehidupan
yang dijalaninya.
Setelah bertemu sang Kapten,
Eddie bertemu seorang wanita yang menjadi Orang Ketiga-nya. Wanita ini tidak
dikenal oleh Eddie. Namun akhirnya ia menyadari bahwa wanita ini tidak asing
baginya. Nama wanita itu adalah “Ruby”. Kehidupan mereka terkait melalui taman
hiburan “Ruby Pier”, tempat Eddie bekerja. Wanita itu adalah pemilik pertama taman
hiburan tersebut. Wanita itu berkata, “Aku berharap taman itu tidak pernah dibangun,”.
Ya hal ini pun terkait dengan pertanyaan Eddie tentang siapa yang membangun
taman hiburan tersebut? Untuk apa dibangun?
Bersama wanita ini, Eddie kemudian
mengenal ayahnya lebih jauh lagi. Belajar menerima apa yang terjadi dalam
hubungannya dengan sang ayah. Belajar memaafkan sang ayah dan membuang pemikiran
bahwa kehidupan tidak bahagia yang dijalaninya adalah kesalahan sang ayah.
Ayahnyalah yang membuat dia tidak memiliki pilihan lain selain meneruskan tanggung
jawab sang ayah memelihara wahana di Ruby Pier. Serta hal-hal lain yang
dianggap Eddie telah direnggut oleh sang ayah dari kehidupannya.
Setelah memaafkan ayahnya,
Eddie pun bertemu dengan orang Keempatnya. Kali ini ia bertemua dengan orang
yang benar-benar dicintainya. Orang Keempatnya adalah Marguerite, istri yang
sangat dicintainya. Marguerite telah lebih dulu meninggalkannya karena tumor
otak. Marguerite adalah istri yang sangat dicintainya, yang bahkan setelah
kepergian Matguerite, Eddie tidak lagi mampu mencintai orang lain. Namun
ternyata ia memiliki penyesalan tersendiri atas apa yang sudah dia berikan
kepada Marguerite. Ia berharap bisa memperbaikinya.
Dalam pertemuannya ini, Eddie
belajar tentang mencintai dengan tulus. Mencintai dengan kelapangan hati.
Tentang bagaimana cinta bisa cukup untuk membuat seseorang merasa bahagia
dengan apa yang dimilikinya. Marguerite mungkin tidak selalu berbahagia dalam
kehidupan pernikahannya bersama Eddie, namun ia menerima itu dan mampu terus
mencintai Eddie.
Setelah berpisah dengan
Marguirate, Eddie bertemu dengan orang kelimanya. Orang kelima Eddie adalah
seorang anak kecil berdarah Asia –nampak dari ciri-ciri fisik dan bahasa yang
ia gunakan-. Saat itulah ia menyadari bahwa anak inilah yang tidak berhasil ia
selamatkan dalam perang yang dilaluinya di Filipina. Eddie kemudian merasakan
penyesalan yang sangat dalam. Namun gadis itu kemudian menyadarkan Eddie bahwa
tidak ada yang sia-sia. Kehidupan Eddie setelah dari perang seolang menjadi
penebus kesalahannya. Ia menjaga kondisi wahana-wahana yang ada di taman
hiburang Ruby-Pier yang membuat banyak anak-anak bahagia dan sekaligus menjaga
keselamatan anak-anak tersebut.
Dan setelah itu, Eddie pun
merasakan kedamaian. Semua hal yang mengganjal hati dan pikirannya semasa dia
hidup telah berhasil dijelaskan. Ia semakin menyadari bahwa semua peristiwa di
dunia ini secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap kehidupan seseorang.
Orang-orang asing pun bisa memiliki kaitan yang erat dalam kehidupan seseorang.

Sekali lagi Mitch Albom berhasil menyajikan sebuah karya yang sarat makna. Mengajarkan banyak hal tentang kehidupan melalui kisah-kisah fiksi yang dijalin dengan kisah-kisah nyata yang mungkin saja terjadi di sekitar kita
Quote   :
“Bahwa tidak ada kejadian yang
terjadi secara acak. Bahwa kita semua saling berhubungan. Bahwa kau tidak bisa
memisahkan satu kehidupan dari kehidupan lain, sama seperti kau tidak bisa
memisahkan embusan udara dari angin”
“Keadilan, tidak mengatur
persoalan hidup dan mati. Kalau keadilan yang mengatur, tidak akan ada orang baik
mati muda”
“Cinta yang hilang tetap Cinta,
Eddie. Hanya bentuknya saja yang berbeda. Kau tidak bisa melihat senyumnya,
atau membawakan makanan, atau mengacak-acak rambutnya, atau berdansa dengannya.
Tapi ketika indra-indra itu melemah, indra-indra lain menguat. Kenangan. Kenangan
menjadi pasanganmu. Kau memeliharanya. Kau mendekapnya. Kau berdansa dengannya.”