Terjemahan: Persekutuan Misterius Benedict
Penulis: Trenton Lee Stewart
Penerjemah: Maria M Lubis
Penyunting: Nadya A
Ilustrasi dan design cover: Ella Elviana
Penerbit: Matahati
Cetakan: April 2011
Jumlah hal.: 576 halaman
ISBN: 979-1141-34-7
“APAKAH
KAU SEORANG ANAK BERBAKAT YANG MENCARI KESEMPATAN ISTIMEWA?”

Ketika iklan tersebut muncul di suratkabar, ratusan anak berbondong-bondong
mengikuti beberapa tes yang misterius dan menguras otak. Tetapi pada akhirnya,
hanya ada empat anak istimewa yang akan lolos dan bergabung dalam misi
berbahaya yang hanya bisa diselesaikan oleh anak-anak paling cerdas dan paling
kreatif.

Misi yang dimotori oleh seorang genius bernama Mr. Benedict.

Mereka harus menyusup ke dalam Learning Institute for the Very Enlightened, dan
membongkar konspirasi jahat yang akan mengacaukan dunia.

***
Reynie adalah
seorang anak yang tinggal di Panti Asuhan Stonetown. Ia merasa dan diperlakukan
berbeda oleh teman-temannya karena dianggap berbeda. Hal ini ada hubungannya
dengan kecerdasan dan kepekaan Reynie yang melibihi anak-anak seusianya.
Sejujurnya, hari-hari Reyni e di panti asuhan rasanya tidak tertahankan selain
saat dia ada di perpustakaan atau sedang bersama dengan Miss Perumal. Miss
Perumal adalah pembimbing khusus yang dipanggil oleh kepala panti asuhan karena
kemampuan Reynie yang berada di atas rata-rata.
Reynie sangat
menyayangi Miss Perumal. Waktu yang mereka habiskan bersama sangat berarti
baginya. Hingga suatu hari mereka membaca sebuah iklan di koran yang mencari
anak-anak yang cerdas. Miss Perumal mendorong Reynie untuk ikut dan
mengusahakan izin agar Reynie bisa menghadiri tes yang ditentukan dalam iklan
tersebut.
Sejak saat itu,
kehidupan Reynie berubah. Ia bahkan tidak akan kembali lagi ke Panti Asuhan.
Tes-tes yang dijalaninya aneh dan rumit. Ia sendiri sebenanrnya kebingungan
dengan maksud dari semua tes tersebut. Namun berkat kecerdasannya, Reynie
berhasil melewati semua tes hingga akhir. Selama tes hingga berakhirnya, Reynie
bertemu dengan teman baru. Mereka adalah Sticky, Kate, dan Constance.
Keempat anak ini
oleh Mr. Benedict digabungkan menjadi sebuah tim. Mr.Benedict adalah seorang
pria yang genius dan yang mengadakan dan merancang tes tersebut. Mr. Benedict
kemudian menyampaikan sebuah berita mengejutkan tentang adanya sebuah rencana
jahat yang terkait dengan mesin pembisik.
Rencana ini tampaknya akan sangat berbahaya bagi dunia, sehingga perlu dicari
tahu lebih lanjut dan digagalkan. Mereka dengan dibantu oleh Nomor Dua (ini
nama, ya?!), Rhonda, dan Milligan akan berusaha sebisa mungkin untuk mencegah
kejahatan yang direncakan oleh “otak” di belakang mesin pembisik.
Keempat anak
tersebut kemudian di kirim ke Learning
Institute for the Very Enlightened
(L.I.V.E) yang diduga menjadi sumber
kekacauan tersebut. Di sana, ke empat anak tersebut mendapati bahwa penggerak
LIVE adalah sosok yang persis dengan Mr. Benedict yang bernama Mr. Curtain. Mr.
Curtin duduk di atas sebuah mesin roda canggih dan merupakan seseorang yang
selalu merendahkan anak-anak. Ini berbeda dengan Mr. Benedict yang selalu
lembut, perhatian dan sayang kepada anak-anak.
Setelah itu,
petualangan mereka pun terus berlanjut. Berbagai teka-teki harus mereka singkap
terkait dengan mesin yang disebut Sang Pembisik. Selain itu segala hal terkait
Penyampai Pesan, Eksekutif, Pembantu dan Perekrut yang selalu mendampingi dan
melaksankan perintah Mr. Curtain pun harus terus mereka selidiki. Hingga
akhirnya Reynie berhasil mendapatkan kepercayaan Mr. Curtain dan membuat Reynie
dan Sticky diangkat menjadi Penyampai Pesan dan berinteraksi langsung dengan
Sang Pembisik.
Apa rencana
besar yang sedang dipersiapkan oleh Mr. Curtain? Berhasilkah mereka
menggagalkannya?
***
Buku ini
menggunakan sudut pandang orang ketiga. Ini memudahkan penulis menjelaskan
beberapa hal dalam sudut pandang keempat anak tersebut. Meskipun tetap saja ada
satu tokoh central. Ia adalah Reynie.
Reynie-lah yang paling sering “diamati” oleh penulis.
Posisi Reynie
yang secara tidak langsung dipercayai oleh teman-temannya sebagai pemimpin pun
semakin membuat cerita ini menarik. Reynie berkali-kali harus bertarung melawan
dirinya sendiri, dan pertarungan ini terus dinarasikan oleh penulis.
Teka-teki yang
digunakan dalam novel ini pun menarik dan memang cocok untuk anak-anak. Keempat
anak ini digambarkan sebagai empat tokoh dengan skill yang berbeda, karakter yang berbeda, dan kekurangan mereka
masing-masing. Mereka akan saling melengkapi. Bahkan Constance yang menyebalkan
pun adalah bagian penting dalam kelompok mereka.
Oiya, ada satu
fakta yang benar-benar tidak saya duga terkait Constance dan itu baru akan
dibuka di akhir cerita dan itu akan menjelaskan semua perilaku Constance yang
menyebalkan. *Disepanjang novel saya benar-benar dibuat kesal dengan sikap anak
ini*
Selain itu, saya
berfikir bahwa buku ini berusaha mengingatkan kita terutama anak-anak bahwa
televisi dan radio bisa memberi dampak yang negatif jika terlalu sering
digunakan. Ia pun berusaha menggelitik keinginan anak-anak untuk membaca.
Bukankah keempat anak dalam The Mysterious Benedict Society adalah anak-anak
yang suka membaca koran? Kalau tidak, mereka tidak akan membaca iklan yang
dipasang di koran oleh Mr. Benedict. Selain itu, Reynie dan Sticky digambarkan
sebagai anak-anak yang suka membaca. Constance bahkan hidup di perpustakaan
*ups..mudah-mudahan tidak masalah jika saya membocorkan hal ini*.
Hm..saya sangat
suka buku ini. Mulai dari sampulnya, tokoh-tokohnya, dan alur ceritanya. Hanya
saja saya menyadari sesuatu hal dan kesadaran ini semakin terasa saat membaca
buku keduanya. Dan apa itu?? Hm..akan saya ceritakan di buku kedua The Mysterious Benedict Society & The
Perilous Journey
.
Oiya, jika saya
harus memberi buku ini nilai dalam skala 1 – 10, maka saya akan memberinya
nilai 9. Petualangannya menarik untuk diikuti, dan nilai-nilai yang berusaha
dibagi oleh penulis pun saya suka. Oiya, saya juga suka dengan covernya (^_^)v
Tentang Penulis
Trenton Lee
Stewart adalah seorang yang menulis novel anak perdananya, dan mengajar
penulisan kreatif. Ia lulus dari Iowa Writers’ Workshop. Ide novel ini muncul
dari keyakinan bahwa anak-anak sering terlihat, namun jarang didengarkan dan
selalu diremehkan! Ia tinggal bersama istrinya di Little Rock, Arkansas,
tempatnya mendapat inspirasi dari kedua putranya.