Penulis: Kezia Evi
Wiadji
Desain cover: Marcel A.
W
Penerbit: Gramedia
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: 232
halaman
ISBN: 978-602-03-1963-6
Di
usianya yang masih muda, Ivy Sutedja boleh berbangga diri. Ia memiliki semua
yang diimpikan oleh wanita seusianya. Usaha bridal yang mapan, putri cilik yang
menggemaskan, dan kehidupan tenang bersama laki – laki tampan bernama Ethan
Wicaksana.
Sampai
suatu hari, guru anaknya, berada di antara dirinya dan Ethan, mengguncang kehidupan nyamannya. Kemudian muncul laki – laki lain yang menawarkan bahunya
untuk Ivy bersandar, terutama ketika teror masa lalu mengincar nyawanya.
***
Pernikahan
adalah salah satu hal kompleks yang tidak mudah untuk dijalani. Dalam
pernikahan, cinta saja tidak cukup. Namun tanpa cinta pun jelas tidak selalu
mudah.
Kehidupan
pernikahan Ivy memang tidak tergolong biasa. Pernikahannya dengan Ethan awalnya
sempurna. Bagaimana tidak, Ethan adalah laki – laki yang ia cintai. Namun
kemudian pernikahan mereka berjalan ke arah yang tidak terduga.
Suatu
hari hadirlah Sally, guru baru Cindy di TK, masuk ke tengah hubungan Ivy dan Ethan.
Membuat Ivy merasa bahwa kenyamanan rumah tangganya dihantam badai. Ia mendadak
dipaksa menghadapi kenyataan bahwa hubungannya dengan Ethan telah berbeda.
Di
lain pihak, kehadiran Max dalam hidup Ivy pun ikut membuat Ethan harus
menghadapi kenyataan yang sebelumnya tidak ia sadari. Puncaknya, kehidupan Ivy
terancam. Ia bisa saja sewaktu – waktu meninggalkan Ethan dan Cindy begitu
saja. 
Lantas
bagaimana Ivy dan Ethan menghadapi kerumitan dalam apa yang mereka sebut masa
lalu namun tidak mampu mereka lepaskan dari masa kini?

***
Novel
karya Kezia Evi Wiadji kali ini punya genre yang berbeda. Jika sebelumnya dalam
Runaway, ia menampilkan kehidupan remaja, maka dalam The Unbroken Vow ia
mengetengahkan tentang kehidupan pernikahan.
Dalam
novel ini, penulis menceritakan tentang kisah “tidak biasa” dari sebuah
pernikahan dan bukan tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Kehidupan pernikahan
Ivy dan Nathan cukup unik. Kebersamaan mereka demi buah hati namun mereka
yakini tidak lagi ada cinta menjadi ide cerita yang disampaikan penulis.
Tulisan
ini menjadi semacam warning  tentang kehidupan pernikahan. Bahwa berpisah
belum tentu menjadi sebuah jalan keluar. Ia bisa jadi adalah hal yang akan
membawa kerumitan baru.
Novel
ini benar – benar menarik dan sedikit berbeda dari keumuman tema novel
pernikahan di Indonesia. Twist yang
jadi kunci cerita pun tidak terduga. Namun secara logikan masih bisa diterima.
Secara
keseluruhan cerita dituturkan dengan mengalir dan runut. Sayangnya emosi
pembaca masih kurang mampu dipengaruhi oleh cerita. Penyebab utamanya adalah
penggunaan POV 3 dalam cerita. Tapi penggunaan POV 3 ini pun membuat konflik
dapat diceritakan dengan lebih banyak sudut pandang.
Ending
cerita agak bisa diraba, namun sekali lagi karena penuturan yang mengalir dan
lugas membuat pembaca tetap ingin tahu “bagaimana kisah ini diakhiri?” 
Oiya,
kisah dari sudut pandang Sally juga cukup menarik untuk dieksplor. Posisi sebagai
“pihak ketiga” yang unik ini bisa jadi tambahan hiburan yang menarik.
***

Puisi
yang terinspirasi oleh novel The
Unbroken Vow
Kita
berbagi hati
namun menampik cinta yang masih merajai

Kita berkata ini masa depan
Sebab “kita” telah jadi masa lalu
Lantas
kenapa aku masih di sini?
seraya berharap engkau di sisi
menepati janji di hari kita mengabadikan cinta di hadapNya
***
Nah, itu review novel
The Unbroken Vow. Ide ceritanya menarik ya, Readers?!
Kira
– kira kenapa ya Mbak Evi tertarik dengan premis ini? Nah, ada kesempatan untuk
menanyakan hal ini langsung ke penulisnya. Sekaligus berkesempatan mendapatkan
novel The Unbroken Vow (atau kalau yang sudah punya novel The Unbroken Vow bisa
dapat buku karya Mbak Evi yang lain).
Jangan
lewatkan #LiveInterview #TheUnbrokenVow 3 Oktober 2015 pukul 16.00 – 17.00
nanti. Don’t miss it yaaa