Penulis: Kezia Evi
Wiadji
Penyunting: Fatimah
Azzahrah
Desain sampul: Mahar
Mega
Penata Letak: Puput
Novitasari
Pemeriksa Aksara: Tika
Yuitaningrum
Penerbit: Media
Pressindo
Cetakan: I, 2013
Jumlah hal.: 172
halaman
ISBN: 978-979-911-298-9
Saat
mengenakan gaun pengantin berwarna putih dan menangkap bayangan di cermin besar
di kamarnya, hatinya pedih. Ia juga malu. Ia tidak sesuci warna gaunnya. Ia
telah hamil sebelum mengucapkan janji pernikahan. Alisa menekan tangan kanannya
ke perut. Telapak tangannya terasa lembap. Ia berharap saat ini ia sedang
bermimpi. Tetapi aroma buket bunga gardenia dan mawar di tangan kirinya
membuatnya sadar. Bau wangi bunga itu nyata, senyata apa yang terjadi sekarang
pada dirinya.
Rumah
tangga ternyata tidak sesederhana yang Alisa pikirkan. Ia sering mendapat
perlakuan tak mengenakkan dari Adam, teman hidupnya. Sampai suatu ketika ada
secercah empati yang terulur ke arahnya. Dari seorang lelaki yang pernah
menorehkan sejarah dalam hidupnya. Bersediakah Alisa menerimanya?
***
Alisa,
seorang perempuan muda yang hidup bersama pria yang ia cintai. Adam, suami yang
begitu dicintai Alisa. Dan seorang malaikat kecil bernama Kevin pun ikut
mewarnai hidup Alisa. Kevin yang duduk di bangku kelas satu SD menyampaikan
ketakutannya pada Alisa. Kevin ternyata sangat takut pada Adam.
Ya,
Adam ternyata tidak membalas cinta Alisa dengan selayaknya. Upaya Alisa untuk
membahagiakan Adam lebih banyak dibalas dengan lebam biru.

Kemudian
suatu hari, Frans muncul kembali ke kehidupan Alisa. Frans adalah laki – laki
yang pernah mengisi hari – hari Alisa. Dan kali ini laki – laki itu memaksa
masuk dalam kehidupan Alisa. Demi menjaga Alisa dan Kevin. Lantas bagaimana
akhir kisah Alisa.
Mampukah
ia meninggalkan Adam yang begitu dicintainya? Ataukah ia memilih Frans yang
memberinya rasa aman namun tidak mampu ia cintai?
***
Novel
Kezia Evi Wiadji ini kembali membahas tentang pernikahan. Dan ada twist menarik yang lagi – lagi mampu
mengecoh pembaca. Fakta tersembunyi yang kemudian memberi warna cukup
signifikan dalam cerita.
Kali
ini alur campuran yang digunakan membuat cerita ini terasa apik. Menarik
dibaca. Dan konflik yang dituturkan utuh dan lengkah. Penggunaan POV 3 pun
sangat mendukung cerita ini. Logika cerita tidak bolong karena seluruh tokoh
punya porsinya masing – masing.
Selain
itu, novel ini menyuguhkan realitas yang memang umum ditemukan. Baik tentang
kekerasan dalam rumah tangga, married by
accident,
hingga kehidupan remaja saat Alisa dengan bangga membandingkan
dirinya dengan sang adik, Tirza. Ini benar – benar terasa real. Potongan –
potongan kehidupan yang disuguhi bisa terjadi di kehidupan siapa saja.
Buku
yang menarik. Penceritaan yang mengalir. Sayangnya masih kurang terasa
emosinya. Wajar sih karena penggunaan POV 3 membatasi transfer emosi dari tokoh
ke pembaca.
But
over all seluruh cerita ringan tapi sarat kisah.
***

Puisi
yang terinspirasi dari novel Till It’s
Gone
Pernikahan
adalah babak kehidupan yang penuh warna
Cinta hanyalah salah satunya
dan kekasaran adalah warna hitam yang merusak segalanya
Dan
kelak ketika cinta tak lagi cukup
Kelembutan dan kenyamanan kan menggenapkannya
Namun
saat kamu harus memilih
Mampukah kamu yang memutuskannya?
Cinta yang kelam ataukah kenyamanan tanpa cinta?
***