… cinta bisa datang dengan sangat cepat namun sangat lama untuk membuat
perasaan itu pergi dari hatinya.” (Hal. 41)

Penulis: Jenny Thalia
Faurine
Editor: Afrianty P
Pardede
Penerbit: Elex Media
Komputindo
Cetakan: Pertama, 2015
Jumlah hal.: x + 328
halaman
ISBN: 978-602-02-6349-6
Padma
memutuskan meninggalkan tiga orang sahabatnya – Rajata, Resita, dan Daka –
setelah akhrinya mengetahui kalau perasaannya pada Rajata tidak terbalas.
Rajata memilih Resita. 
Setelah dua tahun akhirnya Padma memutuskan kembali pada
saat pernikahan Rajata dan Resita. Daka dengan setia mendampingi Padma untuk
memperbaiki hubungan persahabatan mereka yang sempat renggang. Doa Daka agar
Padma segera mendapatkan seseorang yang membantu menyembuhkan patah hatinya ternyata
terkabul. Riko hadir di waktu yang tepat, membuat Padma move on dan berhasil
mengikatnya dengan pertunangan. Namun … semua terasa tidak benar saat Padma
dan Riko memutuskan untuk menikah.
***

“I
don’t need a perfect relationship. I just need someone who won’t give up on me.
…”(Hal. 320)

Menggunakan
sudut pandang orang ketiga, penulis menghadirkan kehidupan 4 orang sahabat.
Sebagian besar cerita menyorot kehidupan Padma yang berusaha move – on. Juga
tentang Daka yang berusaha mendampingi Padma serta merekatkan kembali
persahabatan mereka yang retak.
Masalah
kemudian berkembang saat datang Riko yang masuk dalam kehidupan Padma. Riko
sendiri adalah teman baik Daka. Itu sebabnya Daka pun dengan senang hati
mendukung pendekata Riko pada Padma. Pikirnya, itu akan memudahkan Padma untuk
mengakhiri patah hatinya. Namun semua menjadi salah ketika Daka menyadari bahwa
perasaannya pada Padma sudah berkembang.

Namun
apa yang bisa Daka lakukan? Ia merasa tidak akan mampu membahagiakan Padma.
Selain itu hubungan Riko dan Padma berkembang lebih jauh. Bertunangan. Ini
membuat Daka semakin tidak berdaya.
Namun
bagaimana perasaan Padma sendiri? Adakah ia sudah berhasil melupakan Rajata?
Sudah mulai mencintai Riko? Kemudian bagaimanakah nasib persahabatan Padma,
Daka, Rajata, dan Resita? Apakah harus kembali retak?
***
Kisah
tentang persahabatan yang berubah menjadi cinta adalah ide yang sudah lama
tertuang dalam berbagai cerita. Tanggapannya pun beragam. Ada yang masih keukeuh bahwa tidak semua hubungan cowok
– cewek yang berlangsung lama akan berakhir jadi cinta. Tapi ada juga yang
(mungkin) karena pengalaman pribadi mengiyakan premis tersebut.
Kisah
Padma bersama 3 sahabatnya ini menjadi menarik karena beberapa hal yang sebenarnya
saya rasanya too good to be true.
Jika
saya menjadi Resita, kehadiran Padma tentu sedikit banyak menjadi ancaman bagi
hubungannya dengan Rajata. Walaupun bisa saja di saat yang sama ia merasa
senang karena kembali berkumpul dengan sahabatnya. Namun perasaan terancam ini
tidak seharusnya dihapuskan begitu saja.
Dalam
hal penokohan, sudah cukup konsisten. Dan tokoh Daka memang loveable. Meski digambarkan nyaris
sempurna. Karakter Padma pun cukup konsisten dalam penggambarannya sebagai
perempuan yang tegar dan kuat.
Hm..
novel ini sebenarnya menarik. Namun rasanya cukup “melelahkan” membacanya.
Mungkin karena terlalu banyak detail kesehariannya yang sebenarnya bisa
dipangkas. Padahal keseluruhan cerita sudah menarik.
Oiya,
covernya juga sangat manis. Dominasi pink namun gak norak. Oiya, cara penulis
membuka setiap bab dengan sebuah quote tentang cinta juga manis. 
Hm..
buku ini adalah buku pertama Jenny Thalia Faurine yang saya baca meskipun
Wedding Rush adalah novel kesepuluhnya. Sukses terus ya. Semoga karyanya
semakin baik.
Puisi yang terinspirasi oleh novel
Wedding Rush
Tak.. Tak.. Tak..
Langkahmu pelan namun pasti
datang tanpa permisi
& mengisi sudut hati

Tidak.. Tidak.. Tidak..
Bukan cinta yang kau hadirakan
“Persahabatan!”
yakinku pada hati yang kosong

Bukan.. Bukan.. Bukan..
Tak ingin kutukar cerita kita
dengan cinta yang tak ingin kupercaya

Ah, lantas kenapa aku berduka saat ia menemukan cinta?
Kenapa tak lagi cukup persahabatan yang kita punya?