Penulis:
Senselly
Editor:
Cicilia Prima
Desain
Cover: Jang Shan & Dyndha Hanjani P
Penata
isi: Yusuf Pramono
Penerbit:
Grasindo
Cetakan:
Pertama, Mei 2015
Jumlah hal.:
v + 202 halaman
Shin Jun-Jae
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe
darah O saling berkebalikan. Keduanya tidak mudah untuk menyatu. Mungkin itu
memang benar aku yang AB memang sulit menyatu dengan dia yang O. Lalu, kenapa
harus gadis penjaga toko bunga itu yang membuatku jatuh cinta?
Han Ah-Reum
Banyak yang mengatakan karakter tipe darah AB dan tipe
darah O bisa menciptakan kisah cinta yang warna-warni. Cih… rasanya itu
mustahil. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya? Pria bermata sipit yang sedikit
sekali bicara. Dokter gigi macam apa yang tidak suka tersenyum seperti itu?
Shin Jun-Jae, putra pertama dari keluarga Shin.
Terlahir dengan marga itu membuatnya divonis terkena kutukan pernikahan.
Jun-Jae akan menjadi layang seumur hidupnya jika dia tidak segera menikah
sebelum umur 30 tahun. Lalu, sekarang umurnya sudah 31 tahun. Apakah kutukan
itu bisa dipatahkan setelah bertemu dengan Han Ah-Reum? Sayangnya, gadis itu
memiliki kisah cinta yang rumit dengan dua pria berwajah sama. Kalau seperti
ini, bagaimana caranya Jun-Jae bisa menikahi gadis itu cepat-cepat?
***
Membahas sifat seseorang dan menghubungkannya dengan
golongan darah kini menjadi hal yang menarik. Wedding karya Senselly ini adalah
seri terbaru dari Blood Type Series dan lucunya ini adalah buku pertama dari seri
ini yang saya review. 😀
Novel ini mengambi setting di Korea tepatnya di daerah
Myeongdong. Seorang dokter gigi, Shin Jun-Jue, tengah dipusingkan oleh perkara
jodoh. Kutukan yang digadang – gadang diwariskan turun temurun kini membuat
kehidupan percintaannya berjalan kacau. Kutukan pernikahan itu adalah jika
keturunan Shin belum menikah hingga umur 30 tahun maka itu berarti ia takkan
menikah selamanya. Sebenarnya bukan Jun-Jae tidak ingin menikah. Ia hanya belum
bisa menemukan perempuan lain yang membuatnya jatuh cinta selain Na-Ra. Gadis
itu cinta pertamanya, namun juga perempuan yang sudah membuatnya merasakan
sakitnya dikhianati.
Hingga akhirnya Jun-Jae menemukan Han Ah-Reum.

Ah-Reum
adalah gadis penjaga toko bunga yang ada di dekat kliniknya. Toko bunga
tersebut milik bibinya. Sejak mengenal Ah-Reum, Jun-Jae tidak bisa melupakan
gadis itu. Namun hubungan mereka menjadi rumit dengan munculnya Ken, sepupu Jun-Ja
ke tengah mereka. Selain itu kemunculan kembali Na-Ra yang sudah seenaknya
pergi sambil meninggalkan luka hati bagi Jun-Jae ikut memperburuk semuanya.

Ah-Reum sendiri masih belum sepenuhnya melupakan
sahabat yang sekaligus cinta pertamanya yang sudah meninggal, Gong-Ju. Dan entah
bagaimana wajah dan suara Ken sama persis dengan wajah Gong-Ju. Ini membuat Ah-Reum
sulit melepaskan pandangannya dari Ken. Ia seolah menemukan pengobat bagi
rindunya.
Namun di saat yang sama ia pun merasa tertarik pada
Jun-Jae yang awalnya ia pikir sangat aneh. Orang itu hanya punya kosa kata
singkat,”Iya”. Sulit membuat lelaki itu berbicara banyak. Namun sekali
bertindak Jun-Jae selalu melakukan hal ekstrim seperti melamar Ah-Reum. Aneh
bukan?
Lantas bagaimana hubungan Jun-Jae dan Ah-Reum ke
depannya? Bisakah mereka bersama? Atau memang golongan darah AB dan O sulit
bersama seperti yang dikatakan orang selama ini?
***
Buku ini adalah hadiah pertama yang diberikan suamiku
padaku. Tahu kenapa saya membelinya? Karena ini membahas hubungan Mr. AB dan
Miss O. Ini persis dengan tipe darah suami saya dan saya.
Malam hari saat membaca buku ini, saya selalu
membacakan pembuka bab yang berisi semacam tulisan singkat tentang golongan
darah AB dan O.
“Jika sudah
jatuh cinta pada seseorang, tipe AB akan menggenggamnya sampai akhir. Dalam
urusan cinta, tipe O suka bermain tarik ulur. Itulah kenapa AB dan O penuh
perjuangan” (hal. 44)
Saat saya membacakan kalimat – kalimat tersebut, suami
saya akan tertawa terbahak – bahak. Namun ia akan berkata “Coba baca yang
lainnya lagi”. Sampai sekarang saya tidak mengerti apa yang membuat suami saya
tertawa. Bahkan ia tertawa saat saya bercerita tentang kisah Jun-Jae yang jatuh
cinta pada pandangan pertama pada Ah-Reum.
Mungkin karena suami saya yang bergolongan darah AB
pun mengalami hal yang sama. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada saya.
Dia bahkan langsung melamar saya hanya setelah pertemuan pertama kami. 😀
Dan seperti hal-nya dengan Ah-Reum yang bergolongan
darah O, saya menolak untuk langsung menjalin hubungan dengannya. Pikir saya, “Harusnya
kami saling mengenal dulu”.
Hm..sekarang saya mengert kenapa suami saya tertawa.
Mungkin karena ia menertawai nasib saya. Sebagai pembaca novel, saya mengalami
cerita percintaan yang aneh seperti yang saya baca di novel. 😀
Ah, mari kembali membahas novel Wedding ini. Secara
ide cerita, ceritanya cukup ringan. Opening tiap bab, meski singkat bisa
mewakili konflik yang diceritakan dalam bab tersebut. Sayangnya secara emosi,
cerita ini masih kurang terasa emosinya. Mungkin karena menggunakan sudut
pandang orang ketiga.
Hanya saja rasanya sayang saat emosi pembaca tidak
begitu dieksplore saat adegan dimana Nyonya Ran, tante Jun-Jae menemukan anaknya
yang hilang. Harusnya adegan ini bisa lebih emosional lagi.
Tapi secara keseluruhan saya tidak menyesal membeli
buku ini. Cukup menarik dan penuturannya rapi. Dan menyenangkan rasanya bisa
membagi pengalaman membaca saya bersama suami saat membaca buku ini.
Pssst.. ini pertama
kalinya saya membaca karya Senselly dan saya cukup menyukainya. 😀
***
Puisi
yang terinspirasi novel Wedding karya Senselly
 
AB VS O 
Kata orang, 
AB & O takkan bisa bersatu 
AB adalah orang yang tak pandai berkata 
O, ia tak akan pernah kehabisan cerita

AB, 4% di dunia
Lantas bagaimana mungkin kamu yang kutemukan?
Apakah ini sebuah keberuntungan?
Ataukah petaka?
Jawablah… Mampukah kebersamaan ini mematahkan dugaan mereka
Bahwa AB VS O tidak akan mungkin menjadi AB = O

Bandung, 14 Juni 2015