“….
Kita tidak bisa mengendalikan orang lain untuk berpikir dan melakukan sesuatu.
Tetapi kita bisa mengendalikan diri sendiri. Meskipun sangat sulit.” (Hal. 220)



Penulis: Rompaeng
Diterjemahkan dari You
are My Moon vol.2 terbitan Happy Banana, Thailand

Penerjemah: Suchada
Ung-Amporn, Wisnu Wardhana
Penyunting: K.P
Januwarsi
Proofreader: Titish A.K
Design cover: Dedy
Andrianto
Penerbit: Haru
Cetakan: Pertama, September
2016
ISBN: 978-602-7742-81-9
Darika
Seorang
gadis anak pengurus kuil sederhana. Hidupnya tiba-tiba berubah 180 derajat
ketika seorang bangsawan kaya memintanya untuk bekerja sebagai bodyguard-nya.
Tugas gadis itu adalah untuk melindungi sang bangsawan dari istri centil
sahabatnya.
Juntharakan
Seorang
bangsawan tampan yang masih lajang. Dia mempekerjakan gadis sederhana yang
blak-blakan dan cerdas itu sebagai sekretaris pribadi sekaligus bodyguard-nya.
Tapi, kenapa jantung Juntharakan selalu berdetak lebih kencang ketika
berdekatan dengan gadis itu?
***

“Jangan
hiraukan mereka, Sayang. Kita lebih tahu tentang diri kita sendiri dan itu
sudah cukup.” (Hal. 8)

Darika
adalah seorang perempuan berusia 27 tahun yang meragukan adanya cinta sejati
berdasarkan pengalaman yang dialami oleh ibunya. Ibunya dicampakkan oleh sang
ayah yang ternyata malah memilih untuk menikah dengan anak perempuan bos-nya.
Ditinggalkannya Ibu Darika yang saat itu sedang mengandung. Ditinggalkan dalam
keadaan hamil dan harus menanggung malu akibat gunjingan para tetangga tentulah
bukan hal yang mudah. Hari-hari yang dilalui Darika dari keluarga yang “patah”
seperti itu membuat Darika tumbuh jadi gadis yang unik. Ia menjadi karakter
yang mandiri, tegar, irit (yang beda tipis dengan pelit), kreatif dan tentu
saja tidak memercayai cinta.
Namun
kondisi berubah saat ia bertemua dengan Juntharakan, bangsawan muda tampan yang
juga anak tunggal dari seorang bangsawan kaya. Karena sebuah insiden, Darika
akhirnya direkrut menjadi sekretaris pribadi Juntharakan dengan misi khusus
menyingkirkan Pitchaya, istri dari sepupu Juntharakan.
Pitchaya
menghalalkan segala cara demi membuat Juntharakan jatuh ke dalam pelukannya.
Ini membuat banyak orang khawatir termasuk ibunda Juntharakan. Kehadiran Darika
yang blak-blakan dan berani diyakini akan mampu menghalau kelicikan Pitchaya.
Sayangnya tidak ada yang mengingatkan bahwa bahaya tidak hanya datang dari
Pitchaya melainkan dari dalam diri Darika sendiri.
Pesona
Juntharakan ternyata mampu membuat hati Darika cemas. Ia yang tidak ingin
mengalami nasib yang sama seperti ibunya selalu percaya bahwa cinta sejati
tidak pernah ada. Namun melihat cinta yang memancar di antara kedua orang tua
Juntharakan membuat Darika mempertanyakan kembali keyakinannya. Dan di saat
yang sama ia pun menyadari bahwa ia telah jatuh dalam pesona Juntharakan.
Mana
yang lebih penting sekarang? Menyelamatkan Juntharakan dari Pitchaya atau menyelamatkan
hati Darika sendiri?

“…
ketika kau dicintai seseorang, pada saat yang sama, kau juga akan dibenci orang
lain.” (Hal. 10 -11)

***

“Manusia
lebih menakutkan daripada hantu. …” (Hal. 11)

Novel
ini adalah novel yang diterjemahkan Haru dari Thailand. Membicarakan kisah
cinta antara seorang gadis yang merupakan cucu penjaga kuil dengan seorang
putra tunggal seorang bangsawan Thailand. Ketimpangan ekonomi ini membuat tokoh
utama perempuan selalu meragukan sendiri kemungkinan sang bangsawan jatuh cinta
padanya.
Keunggulan
novel ini sendiri, selain menambah wawasan terkait gelar di kelas bangsawan
Thailand juga memuat informasi terkait destinasi wisata di Thailand. Salah
satunya adalah Ayutthaya. Salah satu ibukota provinsi di Thailand. Selain itu
ada juga disebutkan tentang museum Chao Sam Phraya, yakni museum emas
di Thailand.
 

museum Chao Sam Phraya (sumber gambar: di sini)

Tapi
sedikit masukan dari saya, ada beberapa hal yang janggal. Seperti pada halaman
28, diceritakan bahwa sahabat Darika, Puttan, harus ke Jerman sehingga ia
menitipkan apartemennya pada Darika. Yang membingungkan, kok bisa ya bikin
rencana ke luar negeri cukup mendadak. Harus berangkat dalam seminggu. Apa dia
tidak mengalami kesulitan mengurus visa ya?
Tapi
di luar kekurangan itu, kelebihan naskah ini yang paling utama adalah gaya
bercerita yang mengalir dan tidak membosankan. Saya tentu saja mengapresiasi
penerjemah dan editor novel ini. Tanpa jasa kalian, novel ini tentu tidak akan
senyaman ini untuk dibaca.

“Terkadang,
bahkan ketika kau tahu kau akan tersakiti, kau tetap ingin mengambil risiko.
Iya, kan?” (Hal. 119)

***
“Aku
seperti jahe. Semakin tua, semakin pedas.” (Hal. 137)
“…
tempat yang paling aman juga merupakan tempat yang paling berbahaya.” (Hal.
156)

“Anggap
saja bahwa semua yang memiliki awal akan menghilang setelah tinggal bersama
kita.” (Hal. 220)
“Laki-laki
tidak akan menghargai apa pun atau siapa pun yang bisa dia dapatkan dengan
mudah.” (Hal. 254)